50 Guru SMK Magang ke Jerman, Bawa Standar Industri Eropa ke Sekolah Indonesia

Selasa 01-09-2026,13:46 WIB
50 Guru SMK Magang ke Jerman, Bawa Standar Industri Eropa ke Sekolah Indonesia

50 guru SMK diberangkatkan ke Jerman melalui Program Magang Luar Negeri Tahun 2026-disway.id/Dody Suryawan-

JAKARTA,- DISWAY.ID - Sebanyak 50 guru SMK diberangkatkan ke Jerman melalui Program Magang Luar Negeri Tahun 2026.

Program ini dirancang bukan sekadar memberi pengalaman internasional kepada guru, tetapi membawa standar pendidikan vokasi dan budaya industri Jerman ke ruang kelas di Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, para guru yang terpilih merupakan peserta yang telah melewati proses seleksi dan dinilai layak mengikuti program tersebut.

BACA JUGA:Pendaki Wajib Tahu! 9 Gunung Ditutup Kemenhut Mulai 1 September Gegara Ancaman Karhutla

Selama tiga bulan di Jerman, mereka akan mendapatkan pengalaman langsung terkait praktik kerja, teknologi, serta sistem pendidikan vokasi.

“Bapak Ibu berangkat karena terpilih, karena memang layak untuk dapat berangkat untuk program ini,” ujar Abdul Mu’ti, dijakarta, Selasa, 1 September 2026. 

Menurutnya, peningkatan kualitas guru menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan bermutu.

Guru SMK tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga perlu memahami perkembangan industri agar pembelajaran yang diberikan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

BACA JUGA:Wamendagri Bima Arya Tegaskan Transformasi Pemilu Digital Harus Utamakan Keterbukaan dan Akuntabilitas

Abdul Mu’ti berharap para peserta tidak berhenti pada peningkatan kompetensi pribadi.

Setelah kembali ke Indonesia, mereka diminta melakukan pengimbasan kepada guru SMK lainnya sehingga manfaat program dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan siswa.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin menambahkan, pengalaman magang di Jerman diharapkan mampu meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkenalkan budaya industri kepada siswa.

“Kalau magang artinya mereka juga bekerja. Jadi Bapak Ibu guru tahu betul bahwa budaya industri itu harus seperti apa,” katanya.

Jerman dipilih karena memiliki ekosistem pendidikan vokasi dan industri yang kuat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait