Jaga Udara Jakarta Tetap Sehat, DKI Operasikan Water Mist 8 Jam Sehari

Rabu 02-09-2026,13:10 WIB
Reporter: Cahyono |
Jaga Udara Jakarta Tetap Sehat, DKI Operasikan Water Mist 8 Jam Sehari

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan strategi pengendalian -Cahyono-

Berkurangnya hujan membuat proses pencucian polutan semakin minim. Kondisi ini diperkuat fenomena El Nino pada periode Juni hingga pertengahan Agustus 2026.

Rata-rata lima wilayah Jakarta mengalami sekitar 44 hari tanpa hujan berturut-turut. Di sejumlah lokasi, periode tanpa hujan bahkan mencapai 55 hari.

Pada musim kemarau, kata Ana, angin dominan bertiup dari timur dan tenggara Jakarta. Pola angin ini berpotensi membawa polutan dari wilayah sekitar ke Jakarta. Karena itu, persoalan kualitas udara tidak sepenuhnya dapat dilihat berdasarkan batas administrasi.

"Potensi pencemaran udara lintas batas administrasi semakin kuat dengan adanya pola angin tersebut, yaitu angin muson tenggara," ujar dia.

Ana juga meminta pemerintah memperketat pengendalian sumber polusi dari aktivitas masyarakat, termasuk pembakaran sampah secara terbuka. Sosialisasi perlu ditingkatkan dan penegakan aturan diperkuat untuk mencegah praktik tersebut.

Dalam jangka panjang, pengendalian pencemaran udara membutuhkan pengurangan sumber emisi, penguatan regulasi, serta kerja sama lintas wilayah.

Sejumlah aturan telah diterbitkan Pemprov DKI Jakarta, antara lain Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019, Peraturan Gubernur Nomor 66 Tahun 2020, serta Keputusan Gubernur DKI Jakarta pada 2023.

BACA JUGA:Pramono Buka Karpet Merah untuk Investor, Tawarkan 37 Proyek Investasi Rp115 Triliun

Strategi pengendalian pencemaran udara mencakup sejumlah sektor, mulai dari transportasi dan industri hingga tata kelola pengendalian pencemaran udara.

Hindari Dehidrasi saat Kemarau

Di tengah penguatan intervensi pemerintah, masyarakat juga diminta tetap memperhatikan kondisi tubuh ketika cuaca panas dan kering berlangsung.

Praktisi Kesehatan Masyarakat, Ngabila Salama, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan selama periode cuaca panas dan kering.


Penanganan lingkungan hidup di DKI Jakarta -Cahyono-

Menurut Ngabila, masyarakat sebaiknya tidak menunggu rasa haus untuk mulai minum. Kebutuhan cairan perlu dipenuhi secara rutin sepanjang hari. 

“Jangan menunggu haus untuk minum. Biasakan minum 3–4 liter air putih per hari,” ujar Ngabila saat dihubungi disway.id. Ia juga menganjurkan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan pada pukul 10.00–15.00 WIB.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait