Proyeksi The Fed Jadi Sorotan, IHSG Diprediksi Melemah Kamis Ini
Papan informasi perdagangan di IHSG-Bianca-
JAKARTA, DISWAY.ID– Kendati sempat menunjukkan penguatan yang cukup signifikan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan Rabu lalu dengan melemah sebanyak 24,30 poin atau 0,38 persen ke level 6.436,85.
Di sisi lain, Indeks LQ45 juga ambruk sebanyak 3,80 poin atau 0,58 persen ke level 646,96.
Dilansir dari data yang dirilis BRI Danareksa Sekuritas, pelemahan terjadi di tengah tekanan sektor utilities (-1,84 persen) dan teknologi (-1,36 persen), sementara kenaikan UST 10Y hingga 5,04 persen dan harga minyak di atas USD 100 per barel meningkatkan tekanan terhadap aset emerging market.
BACA JUGA:IHSG Balik Ambruk Setelah Sempat Menguat, Rating INA Justru Dipertahankan Fitch
“Investor asing juga masih mencatatkan net sell di pasar reguler,” tulis data tersebut, Kamis (17/9).
Data PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk menunjukkan secara teknikal candle terakhir IHSG berbentuk inverted hammer, di bawah MA20 dan MA5, dengan indikator Stochastic death cross mendekati area oversold.
Menurut Direktur Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada, sentimen negatif juga disebabkan oleh kenaikan harga minyak global serta proyeksi kenaikan suku bunga The Federal Reserve yang berpotensi mempengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk saham domestik.
Dengan demikian, pergerakan IHSG pada Kamis (17/9) diperkirakan akan kembali mengalami pelemahan.
“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 6.371 dan resistance pada level 6.496 dengan kecenderungan melemah,” tutur Priyambada.
Berikut empat saham potensial yang direkomendasikan para analis untuk dipantau:
BACA JUGA:NOC Indonesia Siapkan Safeguarding Officer Jaga Keselamatan Atlet di Asian Games 2026
BBRI – Buy
Resistance: 3.430–3.530
Support: 3.160
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: