Ketika Manusia Membela Tuhan

Ketika Manusia Membela Tuhan

Prof Dr Ahmad Sihabudin M.Si- Guru Besar Komunikasi Lintas Budaya FISIP Untirta-dok. Disway-

Agama pada hakikatnya berbicara tentang hubungan manusia dengan sesuatu yang diyakininya sebagai Yang Mahatinggi.

Karena itu, agama semestinya membawa manusia keluar dari kesempitan ego menuju kesadaran yang lebih luas tentang kehidupan.

BACA JUGA:IHSG di Zona Undervalued

Ironisnya, dalam sejarah manusia, agama tidak jarang justru dipakai untuk mempersempit dunia.

Orang mulai berkata:

Agamaku benar, maka engkau harus salah.

Lalu kalimat itu berkembang menjadi:

Karena engkau salah, engkau tidak layak hidup berdampingan denganku.

Dan dari sana jaraknya hanya tinggal selangkah menuju:

BACA JUGA:Al-Hujurat di Tengah Industri Ghibah

Karena engkau berbeda, engkau boleh disingkirkan.

Di titik itulah agama kehilangan fungsi spiritualnya dan berubah menjadi identitas politik.

Yang dibela bukan lagi Tuhan, melainkan ego kelompok.

Yang dipertahankan bukan lagi iman, melainkan gengsi identitas.

Dan yang akhirnya menjadi korban bukan hanya manusia, tetapi juga kesucian agama itu sendiri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: