Eks Jampidsus Febrie Angkat Bicara: Saya Tidak Pernah Minta Proyek Pemerintah
Eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah membantah semua tudingan yang dialamatkan kepadanya setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemerasan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).-dok Disway-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah membantah semua tudingan yang dialamatkan kepadanya setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemerasan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Pernyataan tersebut disampaikan Febrie usai mengikuti agenda pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepada penuntut umum atau Tahap II di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan, Jumat, 18 September 2026.
BACA JUGA:Mengunjungi Dealer 3S OMOWAY: Test Ride unit OMO-X, Ada Tiga Fitur Canggih yang Wajib Dicoba
Dalam kesempatan tersebut, Febrie juga membantah memiliki sejumlah unit bisnis besar yang selama ini dikaitkan dengan dugaan aliran dana maupun kepemilikan aset yang disamarkan.
Ia bahkan mempertanyakan pihak yang sebenarnya menerima keuntungan dari bisnis maupun aliran dana yang disebut-sebut berkaitan dengan dirinya.
"Saya tidak punya IUP tambang. Saya tidak pernah minta proyek pemerintah. Saya tidak pernah punya konsesi sawit. Saya tidak pernah minta kuota impor. Siapa yang terlibat di situ?," kata Febrie, Jumat.
BACA JUGA:Aspirasi Ratusan Mahasiswa Ditindaklanjuti, UIN Jakarta Temui Kejati Banten
"Gedung Bundar ada database-nya. Dan saya yakin ya, Presiden dapat masukan yang salah atas perkara ini," sambungnya.
Menjelang pelimpahan perkaranya ke Pengadilan Tipikor, Febrie turut menyoroti perjalanan pengabdiannya selama berada di Korps Adhyaksa.
Ia mengklaim selama menjalankan tugas, rekam jejaknya bersih dan tidak pernah memiliki catatan dalam pengawasan.
Febrie juga menilai dirinya tengah menghadapi upaya penyingkiran, terlebih hal itu terjadi saat institusi tempatnya bertugas disebut sedang menorehkan sejumlah pencapaian.
BACA JUGA:Cara Dapat Promo WDP MLBB Rp1 di ShopeePay Games, Cek Syarat dan Jadwalnya
"Perubahan Gedung Bundar begitu besar ketika kita pegang. Apalagi Ketua Satgas PKH. 300 T setahun kita kembalikan. Semua perkara besar kita ambil. Tapi akhirnya, justru kita yang digergaji, ya," ungkap Febrie.
Tak berhenri di situ, Febrie juga mengisyaratkan adanya pihak lain yang menurutnya memiliki keterkaitan dengan sejumlah perkara besar yang pernah ditanganinya di Gedung Bundar Kejaksaan Agung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: