Menteri Dody Instruksikan Penanganan Cepat Kekeringan Dan Banjir Rob di Demak

Minggu 27-09-2026,21:35 WIB
Reporter: Andi Muhammad |
Menteri Dody Instruksikan Penanganan Cepat Kekeringan Dan Banjir Rob di Demak

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penanganan kekeringan di Demak harus dilakukan secara cepat dengan melihat kebutuhan nyata di lapangan.-Istimewa-

DEMAK, DISWAY.ID-- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau kondisi lahan pertanian terdampak kekeringan di Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Minggu (27/9). 

Peninjauan dilakukan untuk memastikan langkah penanganan ketersediaan air bagi lahan pertanian dapat segera dilaksanakan, sekaligus melihat kondisi rob yang turut menjadi kendala bagi petani di wilayah tersebut.

BACA JUGA:Iran Tak Lagi Percaya Untuk Berunding dengan Amerika, Masoud Pezeshkian: Ada Kesepakatan yang Belum Dipenuhi

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penanganan kekeringan di Demak harus dilakukan secara cepat dengan melihat kebutuhan nyata di lapangan.

“Saya sudah minta jajaran untuk segera melakukan penanganan. Kita lihat ada sawah yang terdampak kekeringan, sekaligus ada persoalan rob. Yang penting sekarang bagaimana air bisa segera kita hadirkan untuk membantu petani dan memastikan lahan pertanian tetap bisa ditanami,” kata Menteri Dody.

Daerah Irigasi (DI) Guntur memiliki luas sekitar 2.036 hektare dan sumber airnya berasal antara lain dari Sungai KB1, Sungai Jragung Lama, serta Sungai Cabean. 

BACA JUGA:Lirik Lagu Aku Baik Saja - Rossa Lengkap Maknanya yang Viral di TikTok, Ramai Jadi Sound Patah Hati

Namun, pada musim kemarau, kawasan tersebut menghadapi persoalan kekurangan air sekaligus masuknya air laut (rob) ke wilayah persawahan.

Berdasarkan data BBWS Pemali Juana per 21 September 2026, di Kabupaten Demak tercatat 124 hektare sawah yang terdampak kekeringan dengan status resiko gagal panen. 

Saat ini telah dilakukan sejumlah penanganan salah satunya penambahan air dari Rawa Pening, pompanisasi dan bantuan BBM untuk operasional pompanisasi petani. 

Kondisi tersebut tersebar di sejumlah desa, termasuk Desa Blerong, Kecamatan Guntur yang juga terdampak dengan total hamparan sawah seluas 8 hektare. 

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Sudarto menjelaskan, kekeringan tersebut terjadi akibat tidak adanya suplai air dari Bendung Jragung melalui Sungai Jragung. 

BACA JUGA:Kembangkan Ekosistem Ayam Petelur, OJK dan Pemprov Jabar Perkuat Akses Pembiayaan Pasar

Sehingga, untuk penanganan jangka pendek di Desa Blerong, Kementerian PU akan melakukan intervensi melalui pemompaan dari sumber air yang tersedia. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait