Butuh Proses, BEI Tekankan Penyesuaian Batas Minimum Tak Pengaruhi IHSG

Senin 28-09-2026,21:52 WIB
Butuh Proses, BEI Tekankan Penyesuaian Batas Minimum Tak Pengaruhi IHSG

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik-dok Disway-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menyusul penerapan resmi kebijakan batas harga minimum saham menjadi Rp 1, Bursa Efek Indonesia (BEI) turut menyatakan bahwa pelemahan perdagangan saham sendiri merupakan proses yang perlu dihadapi oleh pasar modal domestik.

Dalam hal ini, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik turut menyampaikan bahwa sudah ada kesepakatan antara pelaku pasar atau investor terkait dengan saham-saham yang sebelumnya berada di angka Rp 50.

BACA JUGA:Transformasi Global Bata: Panos Mytaros Ungkap Strategi Simplifikasi dan Relevansi di Indonesia

"Karena saham-saham yang ada di harga Rp 50 itu ada yang sudah bertahun-tahun di harga Rp 50 tanpa ada transaksi. Artinya, memang kesepakatan dari pelaku, dari investor yang mungkin memang fair value-nya tidak di Rp 50," jelas Jeffrey kepada media di kantor BEI, Jakarta, pada Senin (28/09).

Oleh karena itulah, Jeffrey menambahkan, pasar sendiri saat ini juga membutuhkan waktu untuk titik fair value.

"Tentu membutuhkan waktu karena ada proses auto rejection di situ sampai nanti menemukan titik fair value-nya," jelas Jeffrey.

"Tetapi sekali lagi tadi kami sampaikan bahwa bobot dari saham-saham yang selama ini ada di Rp 50, bobotnya terhadap IHSG juga tidak besar," tambahnya.

BACA JUGA:Pegadaian Hadirkan Fasilitas Ramah Difabel di Rumah Ibadah, Wujud Nyata Komitmen SDGs

Sebelumnya, IHSG terpantau dibuka dengan melemah sebanyak 0,93 persen ke kisaran 6.183,56, menyusul penerapan resmi penyesuaian batas minimum harga saham.

Menyusul pelemahan tersebut, IHSG yang juga turut menutup sesi I perdagangannya dengan kembali merosot sebanyak 0,97 persen ke level 6.181,43. 

Menurut Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, penyesuaian batas minimum harga saham pun turut memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan IHSG.

"Hal ini berpotensi meningkatkan volatilitas terutama pada saham-saham berharga rendah," ucap Nafan kepada media.

BACA JUGA:EwasteRJ dan BRIN Teken Kerja Sama, Hadirkan Fasilitas Daur Ulang E-waste Berbasis AI

Imbasnya, Nafan menambahkan, hal ini akan memicu terjadinya re-pricing atau penentuan kembali harga terbaru di segmen saham tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: