Jeritan Sektor Riil dan Pekerja Lapangan di Tengah Tekanan Ekonomi
Kekayaan tiga orang terkaya di Indonesia menyusut-Unsplash/Towfiqu barbhuiya-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Dampak tekanan ekonomi dan kenaikan biaya hidup kian nyata dirasakan oleh masyarakat di tingkat bawah hingga pelaku usaha mikro. Kombinasi melambungnya harga komoditas pangan serta tingginya biaya operasional membuat ruang gerak finansial masyarakat kian tergerus.
Kondisi ini memaksa para pelaku usaha kecil dan pekerja sektor informal harus memutar otak demi menjaga kelangsungan hidup dan usaha mereka.
Hal ini diungkap oleh Heni Rukmini, salah seorang pengusaha UMKM 'Dapur Penelokan', yang bergerak di bidang kuliner wilayah Depok, Jawa Barat.
BACA JUGA:Menjaga Etika di Era AI, Saat Negara dan Hukum Mulai Memagari
Dalam hal ini, dirinya mengakui bahwa kendati sudah menjadi hal yang normal, kondisi bisnis kian mengalami penurunan sejak memasuki Kuartal II tahun 2026.
"Bisnis memang naik turun, kadang naik kadang turun. Tapi sekarang ini itu turunnya ya turun banget gitu," kata Heni ketika ditemui oleh tim Disway pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Menurutnya, kondisi ini juga ikut dipengaruhi oleh melambungnya harga pangan seperti sayuran di pasaran.
Hal ini mendorong dirinya untuk mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar untuk keperluan dagangannya.
Imbasnya, terkadang pengeluaran yang diperlukan juga menjadi lebih tinggi dari pendapatan yang masuk.
"Pastilah berpengaruh (kenaikan harga komoditas), soalnya 'kan kadang pendapatannya kurang, atau pendapatannya belum tentu sama kayak pengaluaran," ungkap Heni.
BACA JUGA:Ketika AI Masuk Redaksi, Antara Efisiensi dan Hilangnya Roh Jurnalisme
Untuk mengatasi kondisi ini, Heni harus mengakali besaran komoditas yang harus dibeli agar usahannya tetap berjalan di tengah melambungnya harga bahan baku.
"Kalau seumpama ini lagi gak bisa, itu aja strateginya --ya kita akalin cara belanjanya aja gitu. Misal hari ini beli cabai rawit dulu nih, yang rada banyak, yang keriting sedikit. Nah, besoknya kita beli yang keriting yang rada banyak," bebernya.
Beban Ganda Ojol
Kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya operasional semakin menekan penghasilan pengemudi ojek online (ojol).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: