Pendidikan Anak Usia Dini Perlu Disiapkan Hadapi Tantangan Perubahan Iklim

Kamis 22-10-2026,21:31 WIB
Reporter: Doddy Suryawan |
Pendidikan Anak Usia Dini Perlu Disiapkan Hadapi Tantangan Perubahan Iklim

Intinya pemerinta kita akan tetap mendukung program peningkatan layanan pendidikan anak usia dini dalam menghadapi era perubahan iklim.-dok Disway-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Pendidikan anak usia dini perlu diperkuat agar anak dan keluarga mampu menghadapi dampak perubahan iklim. Penguatan tersebut membutuhkan dukungan kebijakan, pembiayaan berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal (PAUD Dikdas dan PNF) Gogot Suharwoto mengatakan, pengembangan anak usia dini tidak cukup hanya berfokus pada layanan pendidikan.

BACA JUGA:Alfamart Run 2026 Bikin Heboh, 5.000 Pelari Bawa Pulang Goodie Bag Lebih dari 50 Kg

Kesiapan keluarga sebagai lingkungan pertama tempat anak belajar juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

“Intinya, kita akan tetap mendukung program peningkatan layanan pendidikan anak usia dini dalam menghadapi era perubahan iklim,” ujar Gogot dalam 2026 Asia-Pacific Regional Learning Forum on Early Childhood Development, di Jakarta,  Kamis, 22  Oktober  2026.

Menurut Gogot, terdapat sejumlah tantangan dalam memperkuat layanan anak usia dini di tengah perubahan iklim. Dua di antaranya adalah kebijakan yang mendukung serta skema pendanaan yang memadai untuk memastikan program dapat berjalan secara berkelanjutan.

BACA JUGA:Kemendikdasmen Integrasikan Pendidikan Perubahan Iklim ke PAUD, Anak Belajar Lewat Permainan

Forum regional tersebut juga menjadi ruang bagi negara-negara Asia-Pasifik untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam mengembangkan sistem layanan anak usia dini yang tangguh dan inklusif.

Gogot menambahkan, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan anak usia dini harus memperhatikan kesesuaian dengan usia anak. Selain itu, keluarga perlu mendapatkan edukasi agar dapat mendukung proses belajar anak, baik di rumah maupun di satuan pendidikan.

“Anak belajar di rumah dan di satuan pendidikan anak usia dini. Bagaimana kita juga memberikan education for the family, pendidikan untuk keluarga,” katanya.

Sementara itu, Head of Policy & Advocacy Tanoto Foundation Eddy Henry mengatakan, forum tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas layanan anak usia dini.

BACA JUGA:Khoirudin Dorong Konektivitas Transjabodetabek, Perjalanan Warga Perlu Makin Mudah

Menurut Eddy, kolaborasi pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat, dan mitra internasional dapat membuka ruang pertukaran pengalaman sekaligus memperkuat upaya peningkatan akses dan kualitas layanan.

Indonesia, kata dia, memiliki berbagai pengalaman dan praktik baik yang dapat dibagikan kepada negara lain di kawasan Asia-Pasifik. Sebaliknya, pembelajaran dari negara lain juga dapat menjadi masukan untuk memperbaiki layanan anak usia dini di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: