Hati-Hati, Perlengketan Usus Bisa Picu Nyeri Perut dan Melibatkan Saluran Kemih

Selasa 27-10-2026,06:33 WIB
Hati-Hati, Perlengketan Usus Bisa Picu Nyeri Perut dan Melibatkan Saluran Kemih

Meski tidak selalu menimbulkan keluhan, perlengketan usus pada sebagian pasien dapat mengganggu fungsi organ dan memerlukan penanganan lebih lanjut.--magnific

JAKARTA, DISWAY.ID – Nyeri perut berulang dan kembung setelah menjalani operasi di area perut tidak selalu bisa dianggap sebagai keluhan biasa.

Pada kondisi tertentu, gejala tersebut dapat berkaitan dengan perlengketan usus atau adhesi, yakni terbentuknya jaringan parut yang membuat usus menempel pada jaringan atau organ di sekitarnya.

Operasi usus buntu, operasi caesar, maupun tindakan bedah lainnya dapat memicu terbentuknya jaringan parut selama proses pemulihan.

BACA JUGA:Dari Sakit Lambung hingga Kanker Usus, Kenali Cara Penanganannya

Meski tidak selalu menimbulkan keluhan, perlengketan usus pada sebagian pasien dapat mengganggu fungsi organ dan memerlukan penanganan lebih lanjut.

Penanganan menjadi lebih kompleks apabila perlengketan berada dekat atau melibatkan organ lain, termasuk saluran kemih.

Dalam kondisi seperti ini, evaluasi dan perencanaan tindakan oleh dokter dari berbagai spesialisasi diperlukan untuk menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Melalui Digestive Center dan Urology Nephrology Center Bethsaida Hospital Gading Serpong, kolaborasi dokter spesialis bedah digestif dan urologi rekonstruksi mendukung penanganan kasus kompleks yang melibatkan usus dan saluran kemih.

BACA JUGA:Kesehatan Usus Berkaitan dengan Kesehatan Metabolik, Apa Dampaknya bagi Tubuh?

Mengenal Perlengketan Usus dan Gejalanya

Perlengketan usus terjadi ketika jaringan parut membuat bagian usus menempel pada jaringan atau organ di sekitarnya.

Selain akibat operasi sebelumnya, kondisi ini juga dapat dipicu oleh peradangan maupun infeksi di rongga perut.

Menurut dr. Eko Priatno, Sp.B-KBD, Dokter Spesialis Bedah Digestif Bethsaida Hospital Gading Serpong, tidak semua perlengketan usus membutuhkan tindakan operasi.

“Perlengketan merupakan salah satu kondisi yang dapat ditemukan setelah operasi di area perut. Tidak semua pasien mengalami gangguan, sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Pada kasus yang lebih kompleks, kolaborasi antar dokter spesialis menjadi penting untuk memastikan setiap organ yang terlibat mendapatkan penanganan yang tepat,” jelas dr. Eko.

Pada kondisi tertentu, perlengketan usus dapat menimbulkan nyeri perut berulang, kembung, hingga gangguan pergerakan usus.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: