Hati Robot

Hati Robot

--

Yang menarik pengunjung awam di pameran robot di Beijing adalah: robot penyaji kopi. Tentu saya mencoba membeli kopi ke robot itu: Rp60.000/gelas. Bukan karena ingin minum kopinya tapi untuk membeli pengalaman dilayani robot.

Ada daya tarik lain: dapat bonus penghias permukaan kopi dengan foto wajah sendiri. Setelah wajah anak Pak Iskan terlihat di permukaannya kopi itu tidak segera saya minum --takut foto wajah itu rusak. Tapi juga punya maksud lain: ingin tahu seberapa lama foto wajah itu tidak pudar.


--

Sampai lima menit kemudian masih solid. Tanda-tanda memudar pun belum ada. Padahal kopi itu saya bawa jalan keliling pameran: sedikit terguncang. Sampai di stand terakhir masih utuh. Yakni stand yang menampilkan dua robot manusia. Yang satu bisa main tai chi. Satunya lagi, ehm, bisa senam mirip senamnya yang menulis cerita ini.


--

Tentu ada robot yang main basket. Main bola. Tinju. Lengkap. Semua yang menggambarkan manusia yang lebih menarik. Misalnya ada robot Einstein –bisa menjawab pertanyaan apa saja mengenai jagad raya ini. Rupanya ke dalam robot itu sudah diinput banyak data mengenai Einstein berikut karya-karyanya.

Ada pula robot sinse yang bisa mendeteksi denyut nadi pasien –lalu memberikan diagnosisnya. Ada lagi robot yang untuk mengoperasi lutut manusia.

Saya pun ingat Nisa –Khoirunnisak Rusli, wanita muda Mojokerto yang menyerahkan separo hatinyi untuk suami: Mas Olik –Rokhmat Solikhuddin. Hari saya di pameran robot itu tepat satu tahun Nisa dioperasi oleh robot di salah satu rumah sakit di Beijing. Robotlah yang melakukan pengirisan hati Nisa. Diiris separo. Robot itu pula yang lantas mengeluarkan separo hati Nisa untuk dipasang di tubuh suami –menggantikan hati suaminyi yang sudah rusak oleh sirosis.

Suami-istri-satu-hati itu kini sangat sehat. Bahkan enam bulan lalu sudah naik haji sambil membawa jamaah haji yang ditangani perusahaan keluarga mereka.

Keesokan harinya saya makan malam dengan empat dokter yang menangani Nisa dan suami – yang 20 tahun lalu juga menangani saya di RS Tianjin.


--

Kepada para dokter itu saya sekali lagi mengucapkan terima kasih. Saya juga melaporkan keadaan Nisa dan suami yang sehat sekali –sudah bisa naik haji pula.

Tidak hanya itu: saya juga minta bantuan mereka sekali lagi. Seorang suami warga Surabaya hari itu tiba di Beijing untuk keperluan yang sama. Istrinya juga sudah siap memberikan separo hatinyi kepada sang suami.

Sang suami sempat ngambek. Ia tidak mau berangkat ke Beijing. Batal. Yakni ketika tahu istrinyalah yang akan memberikan separo hatinyi untuk menyelamatkan nyawanya.

Di Surabaya sang suami sudah keluar masuk rumah sakit. Sudah pula berobat ke Singapura. Perutnya membesar. Cairan dari perut harus dikeluarkan. Ketika diberi tahu satu-satunya jalan menuju sembuh hanyalah transplantasi ia akhirnya mau.

Rupanya ia mengira akan bisa dapat hati dari orang yang meninggal di Tiongkok –seperti saya dulu. Ia tidak tahu kalau yang seperti itu sudah tidak boleh lagi. Hati orang Tiongkok yang meninggal dunia harus hanya untuk orang Tiongkok –yang juga antre panjang.

Begitu tahu akan diambilkan dari hati istri ia tidak mau transplant. Pilih pengobatan cara lain. Saya pun minta bantuan Nisa untuk ikut memberi penjelasan. Nisa jadi contoh hidup: bagaimana orang yang hatinya diambil separo tidak apa-apa. Dalam tiga bulan hati Nisa sudah tumbuh kembali utuh seperti sedia kala. Pun separo hati yang dipasang di tubuh suami sudah tumbuh dan menjadi satu hati yang utuh.

Setelah mendengar penjelasan Nisa akhirnya sang suami bersedia berangkat. Awalnya saya sendiri yang akan mengantarkannya ke Beijing. Nisa juga sudah siap mengantar kalau saya tidak punya waktu di tanggal yang ditentukan.

Saya sudah menghubungi dokter. Nisa sudah mengirimkan data medis pasien itu ke Beijing. Rumah sakit sudah siap menerima. Semuanya sudah siap. Tinggal berangkat.

Ternyata anak perempuan pasien itu bisa berbahasa Mandarin. Bahasa Mandarinnyi sangat bagus. Dia lulusan SMA Xin Zhong, Surabaya. Maka saya atau Nisa tidak perlu mengantar. Toh semuanya sudah siap. Dan lagi di waktu hampir bersamaan saya juga ke Beijing.

Saat saya makan malam dengan para dokter itu, mereka bertiga (suami, istri, anak) sedang di rumah sakit. Masih harus menjalani pemeriksaan yang teliti.

Tiga bulan lalu sebenarnya juga ada suami istri yang punya maksud serupa. Orang Kupang, NTT. Sang suami opname di rumah sakit Surabaya. Istrinya menghubungi saya. Begitu mereka memutuskan akan transplant saya hubungi dokter di Beijing. Siap. Istri pasien pun mulai mengurus visa. Lalu memesan tiket, termasuk tiket untuk saya yang akan mengantarkannya.

Sehari sebelum berangkat sang suami meninggal dunia. Saya menghubungi istrinya untuk bertanya di mana jenazah disemayamkan –bermaksud akan mesong. Ternyata jenazah diterbangkan ke Kupang.


--

Di Tiongkok robot sudah merambah ke mana-mana termasuk ke sektor kesehatan. Saat rombongan Disway Business Adventures Vol. 5 berkunjung ke pabrik mobil Xiaomi mereka geleng-geleng kepala: hampir tidak terlihat manusia di pabrik yang begitu besar. Pun ketika rombongan ke pabrik mie instan terkemuka di Beijing: serba-robot.

Robot diciptakan manusia untuk membantu manusia yang ciptaan siapa? (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 1 November 2026: Misteri 3060

MZ ARIFIN UMAR ZAIN

ALERGI RAPAT. Pernah saya bagikan gambar suatu organisasi sedang rapat di medsos. Oleh seseorang yg kritis, sensitip, tak disukai katarapat. Rapat2 terus, hasil nya apa? Kata nya. Teman yg sensitip itu, dhilAllah sudah wafat, karena sakit sensitip? Semoaga beliau masuk sorga dg mudah. Lain kali kalau bikin tulisan: rapat, saya ganti dg : pertemuan. Atau meeting? Semoga Semua Senang. SSS.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KALAU TARGET KE UTARA, PROGRAM JANGAN NGIDUL.. Kalimat Pak Dahlan yang paling menarik justru ini: “3060 adalah lambang menyatunya target dan program. Bukan rujak sentul: target ke utara programnya ngidul.” Ini bukan sekadar humor. Ini diagnosis penyakit klasik birokrasi: implementation gap. Target sudah dibuat dengan serius, presentasi sudah berulang kali, indikator sudah berwarna-warni. Tetapi pelaksanaannya berjalan ke arah yang berbeda. Dalam ilmu manajemen, target tanpa keselarasan program hanya menjadi aspirasi. Program tanpa indikator terukur hanya menjadi kesibukan. Keduanya harus terhubung dengan anggaran, penanggung jawab, dan evaluasi berkala. Tiongkok menjadikan 3060 sebagai pengingat bersama. Bahkan kantinnya ikut memakai nama itu. Artinya, pesan kebijakan dibawa masuk ke ruang sehari-hari. Bayangkan kalau di Indonesia setiap kementerian punya kantin bernama targetnya sendiri. Kantin pengurangan kemiskinan, kantin swasembada pangan, kantin penurunan emisi. Jangan-jangan yang turun justru harga makanannya, sementara targetnya tetap di atas kertas. Rujak Sentul memang enak. Tetapi dalam pembangunan, target dan program jangan sampai beda arah. Yang satu naik panggung, yang lain berjalan-jalan. Negara maju bukan hanya pandai merumuskan tujuan. Ia juga memastikan semua jalan menuju ke sana.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

JUS JAGUNG, DIPLOMASI, DAN LANGIT BIRU.. “Yang jelas angka 3060 diketahui secara luas. Dimasyarakatkan. Semua pihak harus berjalan menuju target itu: termasuk lembaga risetnya. Sampai kantin lembaga riset yang saya datangi itu pun memasang 3060 sebagai nama kantinnya.” Begitu tertulis di CHDI hari ini. Target emisi karbon ternyata bisa sampai ke meja makan. Biasanya, yang dibicarakan di kantin adalah harga lauk, bukan masa depan atmosfer. Tetapi ada logika menarik di baliknya. Perubahan perilaku lebih mudah terjadi jika pesan besar terus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Angka 3060 bukan lagi sekadar urusan pejabat atau ilmuwan. Ia menjadi pengingat kolektif. Bayangkan kalau angka target nasional kita juga dijadikan nama kantin. Kantin 100 Persen Swasembada. Kantin Nol Kemiskinan. Kantin Bebas Korupsi. Pelanggan yang makan di sana mungkin ikut merasa bertanggung jawab. Minimal, malu kalau membuang nasi. Apalagi kalau nama kantinnya Nol Kemiskinan, tetapi harga sepiring nasi membuat dompet jatuh miskin. Tentu, mengganti nama kantin tidak otomatis mengubah dunia. Tetap diperlukan kebijakan, teknologi, pendanaan, dan pengukuran hasil. Namun, ada pelajaran sederhana: target yang terus diingat lebih mudah diperjuangkan. Asal jangan cuma namanya yang berubah. Menunya juga harus nyata. Bukan sekadar janji yang dipajang di dinding.

Jo Neka

Semoga tahun 2060..NKRI masih ada.Dan masih harga mati.Atau sudah mati.Anda bisa berdoa yang baik..Tentu dengan iman masing-masing.

Jokosp Sp

Karhulta Kalimantan sudah diselesaikan sama yang punya tanah perdikan. Bukan oleh penguasa, pemerintah atau oleh pemilik lahan konsesi kelapa sawit yang ribuan hektar itu. Lalu oleh siapa?. Oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dengan apa?. Dengan kekuasaannya. Hujan telah turun deras dalam dua hari ini, yang telah menghilangkang kabut asap itu. Jadi jangan ada yang mengklaim nanti atas ditunjuknya "menteri" baru yang ngurusi karhulta. Maaf anda belum kerja, tetapi hasilnya sudah ada.

Jhel_ng

Tinggal 7 tahun di Surabaya, melihat semuanya normal, termasuk langitnya. Adanya kesadaran bahwa usara Surabaya, kota metropolutan kedua di Indonesia adalaha tidak normal, adalah ketika pindah ke Malang. Dalam pindah itu paling tidak tiga kali PP mengangkut barang pindahan. Dari Surabaya, setiap kali selesai lewat Porong, masuk Pandaan, masuk Purwosari, cuma mbatin tanpa tahu urutan peristiwanya: langitnya semakin membiru. Sebaliknya, sampai Purwosari, Pandaan, Porong, Sidoarjo, Waru, tanpa mikir ada bagian otak yang berpikir: Langitnya pucat. Baru kemudian hari, paham bahwa sebegitu tidak normalnya polusi Surabaya. Pabrik-pabrik memang mendongkrak ekonomi. Tapi tidak ada upaya menambah pohon atau penegakan hukum. Inspeksi cerobong apakah sudah memasang katalis juga tidak jelas. Mungkin dilakukan, tapi nyatanya polusi masih terjadi. Masyarakat menilai.

heru pujihastono

Omon2 kursi. Kursi naga : tanda otoritas mulai makan. Kursi pesakitan : biasa utk yg berhadapan dg hukum. Kursi parlemen : sebagian utk dagang sapi kadang kucing dalam karung. Ayat kursi biasa dibaca sebelum masuk parlemen. Ketika SDH masuk parlemen dan dapat kursi, ayatnya sering dilupakan.

heru pujihastono

Laba perusahaan biasa umumkan cuan. Cerobong - cerobong asap nya dan efeknya yg bikin langit Ndak karuan sering tak diungkap. Kalau rakyat kecil cerobongnya paling knalpot itu pun hanya sekedar menutup kebutuhan keluarga. Yg cerobongnya gedhe2 dan menghadap ke langit itu biasa menjawab : SDH bayar pajak. knalpot juga sdh bayar pajak. Berarti tanggung renteng utk keperluan langit biru, yg andil besar ya bayar besar. Walladzi tawalla kibrohu .. jangan buang asap di langit Nusantara, cuan keuntungan dibelikan rumah di negeri paman sam. Anda SDH tahu orangnya? ...

Edi Sampana

Ekonomi saat ini sedang lesu? Masyarakat bawah makin susah cari penghasilan sehingga mengurangi pengeluaran? Akibatnya omset UMKM (misalnya penjual makanan yg memagai LPG melon) menurun drastis. Buktinya? Kerabat saya jualan lpg 3 kg melon. Dalam 1 bulan ini ia agak susah menghabiskan jualan, kadang sampai 7 hari. Biasanya lpg langsung habis terjual dalam 1 x 24 jam sejak datang dari agen. Dalam perjanjian dgn Pertamina, pangkalan harus menerima dan menjual habis LPG melon yg diterima. Tdk boleh meminta penurunan supply dari agen. Akibatnya, pangkalan LPG tadi dipaksa menjual LPG subsidi tadi pada konsumen yg tdk berhak. Harusnya kejadian ini dimanfaatkan pemerintah utk mengurangi subsidi LPG melon, yaitu dgn mengurangi supply.

Edi Sampana

Alhamdulillah hari Sabtu siang/sore, hujan lebat dan lama di pemukiman saya (Banjarbaru, kal sel). Pagi ini enak sekali sy jalan pagi di komplek perumahan. Udara sejuk. Lama sekali tdk bisa menikmati udara sejuk di pemukiman saya. Alhamdulillah. Mudahan asap tidak ada lagi dan hujan terus turun sehingga sumur gali penduduk bisa disedot lagi. Sudah 1 bulan lebih air sumur gali kering-pada banyak tetangga saya di komplek perumahan

Ismail Lutan

Kalau di sini angka misteri -86-. Bakal banyak yang akan ditelannya. Termasuk kasus ATR/BPN dan BNPB. Menterinya sudah dipanggil KPK berkali-kali malah menghilang. Walau ngaku 'bukan' jin.

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Saya ingin berpendapat soal "slow living" yang kemarin dibahas Abah di Dismorning. Slow living adalah gaya hidup yang muncul di tengah desakan kehidupan yang serba cepat di dunia modern saat ini. Di kota besar, memang segala sesuatu harus serba-cepat. Tidak buka HP sehari saja kita sudah pasti kehilangan banyak informasi. Dan itu buruk buat hidup kita. Di negara maju, kehidupan serba-cepat ini makin parah. Semua pekerjaan harus dilakukan dengan cepat. Jalan kaki pun harus cepat. Dan istilah "waktu adalah uang" bukan lagi slogan tapi kenyataan. Zaman dulu (zaman kecilnya Abah) memang tak ada konsep ini karena di zaman dulu, kehidupan memang masih slow living semua. Kemudian tanpa sadar, kehidupan Abah berubah 180 derajat ketika memimpin koran. Saat itu, semua harus serba-cepat. Abah menjalani "waktu adalah uang" sampai di level ma'rifat. Dan setelah melewati masa-masa itu, Abah tanpa sadar lagi memasuki kehidupan slow living. Berusaha kembali ke ritme hidup di masa kecil dulu. Itulah kenapa membuat rumah di tengah sawah di Mojokerto. Slow living sebenarnya bukan hidup serba-lambat. Slow living juga bukan hidup bermalas-malasan, pun tanpa kedisiplinan. Kita harus bedakan antara istilah slow living dengan hidup malas atau nganggur. Slow living adalah hidup di mana kita tak lagi dikejar-kejar. Tidak lagi diburu-buru. Tidak lagi kesusu atau kemrungsung.

kukak_papam

Mungkin anda sudah tahu, tapi saya belum tahu, bahwa pemerintah punya komitmen "langit biru" seperti di Tiongkok, atau China (sebutan mana yang tepat). Lhawong anda sudah tahu bahwa saat ini di parlemen sedang terjadi jor joran mewah2an dan gede2an mobil, yang tentunya emisi gas buang juga makin banyak. Bukan hanya emisi, kelakukan itu istilah orang Mojokerto mbencekno. Seperti mengejek rakyat kecil yang hidupnya makin susah.

satria tomat

....Bahwa kita tahu warna langit Jakarta adalah biru hanya karena syair lagu anak-anak mengatakan begitu.... ==== Seumuran tinggal dan bekerja di Jakarta, pernah punya langit biru. Kala musim pandemi dengan PSB baru berakhir seperti syair lagu anak-anak itu. Bisa kembali bebas 'bergentayangan' beraktivitas diluar rumah masing-masing. Selanjutnya, Anda sudah tahu #segitu aja

Taufik Hidayat

He he . Omon omon soal kantin perusahaan, tentu saja yg pertama saya ingat kantin di Koktay Taiha alias Cathay HO di bandara Kaitak. Waktu dulu pertama kali kenal menu yang namanya Chicken ala Kiev. Ha ha makanan ayam ala Ukraina koq di HKG. Harganya sama nasi cuma 7 HKD waktu itu 1 HKD sekitar 125 IDR. Bandingkan skrg sudah 2300 IDR. Setiap siang makan di kantin ini. Kalau ada lagi kantin di RBA hanggar di Bandar Seri Begawan, kalau di sini jam 10 bel bunyi, kita langsung minum kopi dan merokok dulu. Jam 12 bel bunyi makan siang jam 3 bel bunyi istirahat persis sekolah ..

Taufik Hidayat

Langit Beijing yg biru? Jadi ingat ketika akhir 1980 dan awal 1990 an, waktu itu saya belum ke Beijing tapi kolega saya , engineer dari Singapura sering tugas di Beijing, dia cerita waktu itu belanja masih pakai FEC foreign Exchange Currency dan langit Beijing terkenal dengan polisinya .. He he . Waktu memang berubah …. Sayang kita seperti jalan di tempat dan lingkungan makin memburuk dengan makin banyak penduduk. He he

Achmad Faisol

biar ga rancu... syarat yang ramai dibahas bukan ijazah sma, tetapi boleh dengan surat keterangan dari satuan pendidikan... mas ulik, misalnya, tinggal minta surat ke amerika sudah punya kualifikasi lulus sma atau minta penyetaraan di sini juga boleh... nah, yang di MK kemarin ternyata ga ada surat dari luar negeri... yang dilampirkan adalah certificate od attendance dan transkrip nilai... ternyata, di transkrip nilai itu ada yang ga lulus... itu kenapa MK memutuskan tidak menemukan bukti... btw, saya ga ngikuti penuh, katanya, tim gibran menunjukkan sertifikat advance diploma yang diklaim setara A-level (sma)...

djokoLodang

-o-- *) Beberapa tahun menjelang 1995 dulu, direksi PT Kereta Api Indonesia mencanangkan dua program ambisius untuk memperingati 50 tahun kemerdekaan Indonesia. Yaitu: JB-250 dan JS-950. JB-250: Jakarta-Bandung ditempuh dalam 2 jam. JS-950: Jakarta-Surabaya ditempuh dalam 9 jam. (jalur utara Jakarta-Semarang-Surabaya PasarTuri). Angka 50 menunjukkan 50 tahun NKRI. ~ Dan, berhasil terlaksana pada tahun 1995 Walau pun kemudian, pada tahun-tahun berikutya, waktu-tempuh itu molor lagi. Sampai sekarang. --0-

Liáng - βιολί ζήτα

Mengapa Abah DI menyebutnya sebagai "Misteri 3060" ?? Padahal "3060" itu kan program kerja Pemerintah Tiongkok yang sangat jelas, terencana dengan sangat baik dengan tahapan capaiannya yang sangat reasonable, bahkan Pemerintah Tiongkok merepresentasikannya di PBB sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab Tiongkok terhadap pengendalian emisi karbon, yang selama ini Tiongkok dikenal sebagai salah satu negara penyumbang emisi karbon terbesar di dunia. Ada baiknya kita analisis, kalimat "puncak emisi Tiongkok akan terjadi di tahun 2030" padahal programnya sudah diluncurkan sekian tahun yang lalu ?? Seakan-akan Tiongkok "membiarkan" terlebih dahulu sekian tahun emisi karbon mereka mencemari dunia, baru kemudian diatasi !! Bagi saya dan teman-teman yang terkadang suka iseng menganalisis hal-hal yang terkesan agak janggal..... justru menemukan rencana program kerja jangka panjang Tiongkok yang sangat komprehensif. Bahwa, suatu program kerja Pemerintah tidak bisa serta-merta mengorbankan program kerja yang lain yang sedang berjalan dengan cara menghentikannya mendadak, terutama terkait dengan industri, perekonomian, dan lapangan kerja. Di sini terlihat bahwa Program Kerja 3060 Tiongkok itu sangat matang..... seakan-akan Pemerintah Tiongkok ingin menyampaikan kepada Dunia : Ya, kita pasti akan mengurangi (mengendalikan) emisi karbon..... tetapi, program kerja industri yang sedang berjalan tidak bisa dihentikan begitu saja, karena menyangkut perekonomian nasional dan lapangan kerja..

Juve Zhang

@Udin S....musang king banyak di pelosok kerajaan Singosari.... kebetulan saya dapat bibit unggul di PLTU Lontar jadi langsung ditanam berbuah subur bisa beli beras beli daging sapi beli sayur dari jualan musang king.... ketekunan tahan banting gak mudah kabur .... mungkin kunci dapat Musang King bibit unggul....kalau menyerah sama tebal nya lumpur pasti gak dapat Musang King dan setelah dapat pun kalau hanya dimakan habis juga ....jadi harus ditanam dan berbuah terus menerus...beri pupuk sekedarnya juga bisa berbuah.......kalau level prof Dr Don Dahlan Iskan ketemu musang King Langsung Di "Cia" habis karena rekening bank sudah jaminan hidup sampai dua ratus tahun gak habis ....kalau kita kelas mendang mending pantang nge "Cia" musang king harus ditanam dan di kembang biakan....selamat berburu Musang King pasti akan ketemu juga asal kerja keras telaten jujur pantang mundur....dan Hoki ...

Juve Zhang

Bung RA membuat acara sumpah pemuda di bunderan hi boleh boleh saja cuma membayar anak gak jelas seolah olah Mahasiswa dijadikan Mahasewa...tentu tak diijinkan kampus yg dicatut namanya bahkan kampus merasa itu bukan mahasiswa nya alias MAHASEWA....efeknya acara R@n$ festival musik dan kuliner di Jogya di boikot musisi dan pedagang kuliner top .....sepi lah festival musik dan kuliner.... pelajaran penting rakyat bosan lihat mereka bayar apa saja seolah olah Duit mereka Gak Habis Habis nya manakala Rakyat kehabisan Duit ...artinya duit terkumpul di RA di pak [email protected] Mas Asam sulfat .... terkonsentrasi di duo tandem ini....semua dari pesta ormas terbesar dari saham batuhitam dari acara sumpah pemuda dll mereka lah yg pegang u@ng ... .kamp konsentrasi pengungsi eh pengu@@danpeng@h@ ....rakyat nonton sambil meraba raba dompet pipis terus menerus.... Amsiong.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

  1. KANTIN PERUSAHAAN.. Kompleks kantor TelkomGroup, yang bernama Telkom Hub, terdiri dari empat gedung utama. 1) Graha Merah Putih (GMP) 18 lantai. 2) Telkom Landmark Tower (TLT) 53 lantai. 3) Telkomsel Smart Office (TSO) 23 lantai, dan 4) Gedung Fasilitas 10 lantai. Gedung terakhir ini dulu dikenal sebagai SAMSUNG, alias Samping Sungai. Kompleks ini dipakai berkantot Telkom beserta anak dan cucu perusahaannya. Saya tidak tahu persis jumlah karyawannya. Tetapi, kalau dijumlahkan, bisa jadi setara satu kelurahan di Jakarta. Jadi, bisa kita bayangkan kebutuhan makan siangnya. Dulu, saya pernah menghitung sekitar 115 kantin. Kini kantin makin ditata. 1) Di GMP lantai basement G ada 6 kantin. 2) Di TLT Lantai 7 seluruhnya untuk kantin. Lantai 8 sebagian untuk kantin. Di kedua lantai ada sekitar 15 kantin. 3) Di TSO, tadinya seluruh lantai 11 dipakai kantin. Ada sekitar 30 kantin. 4) Di Fasilitas, kantin memenuhi lantai 5, 6, dan 7, serta seluruh basement. Totalnya sekitar 45 kantin. 5) Di jalan sekitar kompleks masih ada sekitar 20 warung. Seluruh kantin-kantin tadi dikoordinir oleh Building Management. ### Perputaran ekonominya tentu tidak kecil. Apalagi, masih plus 100 karyawan yang berlangganan rantangan makan siang khusus diet. Rupanya, ekosistem Telkom Hub bukan hanya urusan telekomunikasi. Urusan mengisi perut pun menjadi bisnis tersendiri. Baik untuk UMKM. Dulu pernah ada perusuh Disway yang m

Bahtiar HS

Abah menyebut meja makan bundar dengan 10 kursi. Mengingatkan saya zaman keliling pesantren dulu saat msh aktiv(is). Pernah saat pertemuan dengan kyai-kyai dari beberapa pesantren di Madura, lalu datang saatnya makan siang. Maka dihidangkanlah makanan aneka rupa full di meja makan bundar yg besar. Yg bs diputar itu. Para hadirin duduk di kursi melingkar di sekeliling meja. Pas kebetulan makanan paling enak dan paling dicari, spt sop kepala kambing, gulai kepala ikan kakap, dll. ada di depan seorang kyai besar. Sedangkan kyai besar yg lain duduk di ujung meja yg lain, tp menunya cuma sayur tempe tahu. Maka kyai di ujung meja ini berkata, "Matahari itu terbit dari Timur, lalu tenggelam di ufuk Barat." Sambil memutar meja bundar itu sehingga kepala kambing dan kakap kini ada di hadapannya. Kejadian ini disambut tawa kyai2 yang lain. Rupanya sang kyai besar yg pertama tadi tak kalah cerdik. Beliau lalu berkata, "Tapi besok di hari Kiamat, matahari akan terbit dari Barat dan tenggelam di ufuk Timur." Begitu kata beliau sambil memutar balik meja makan bundar itu kembali seperti semula. Kita yang lain ketawa ngakak. Nggak nyangka para kyai ini punya sense of humor yg kece juga hahaha.

Agus Muryono

Diam Ketika pondok pesantren wanita di serbu Brimob, karena ada warung babi yang dibakar. Lebih baik diam karena itu yang punya dari yang dibanggakan penulis....

Johannes Kitono

Table Manner. Meja memegang peran penting dalam negosisai. Konferensi Meja Bundar tentu maksudnya. Delegasi yang berunding sama derajatnya. Apabila diundang makan di resto. Posisi yang undang duduk berhadapan dengan pintu masuk. Itulah yang dimaksud kursi Naga. Begitu juga meja makan empat persegi dirumah. Posisi tuan rumah atau yang senior selalu diujung meja. Di JRP sekolah etika asal AS. Ada sesi Table manner ketika negosiasi atau dinner. Kalau makan malam tangan kanan yang pegang pisau dan tangan kiri garpu. Makan tanpa bunyi.Lain halnya kalau negosiasi bisnis. Tangan para peserta tidak boleh dibawah meja.Tentu antisipasi seperti zaman Wild West. Saat negosiasi mentok langsung cabut pistol dan dor dor dor. Mantan Presiden J.F.Kennedy adalah alumni Sekolah JRP. Dengan Robert, adiknya dinner bersama Marilyn Monroe, model dan artis Hollywood yang sexy. Konon, tangannya meraba raba dibawah meja. Dan berhasil menarik CD bom sex terkenal itu.Jurus sakti itu tentu bukan dari JRP. Konon berkat lagu " Happy Birthday Mr President " dari Marilyn Monroe saat HB JFK dihadapan 15000 orang. Presiden ke 35 AS jadi terpesona dan perselingkuhan lanjut di rumah Bing Crosby.Demi tugas negara Presiden delegasikan tugas romantis ke Robert adiknya yang Jaksa Agung. Marilyn Monroe meninggal di usia 36 tahun karena over dosis. Tapi isu yang beredar. Legenda Hollywood itu

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 69

  • Liam Then
    Liam Then
  • sigit
    sigit
  • Kalender Bagus
    Kalender Bagus
  • Tiga Pelita Berlian
    Tiga Pelita Berlian
    • Tiga Pelita Berlian
      Tiga Pelita Berlian
  • Gerring Obama
    Gerring Obama
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Nimas Mumtazah
    Nimas Mumtazah
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Momon Atun
    Momon Atun
  • DeniK
    DeniK
  • Momon Atun
    Momon Atun
  • Momon Atun
    Momon Atun
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Agus Muryono
    Agus Muryono
  • Jarod Dwi Harto
    Jarod Dwi Harto
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • alasroban
    alasroban
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Turrachman Rachman
    Turrachman Rachman
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Mpok Dipa
      Mpok Dipa
  • Sugi
    Sugi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Mpok Dipa
      Mpok Dipa
  • Mpok Dipa
    Mpok Dipa
    • Mpok Dipa
      Mpok Dipa
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Momon Atun
      Momon Atun
    • Mpok Dipa
      Mpok Dipa
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Nimas Mumtazah
    Nimas Mumtazah
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Em Ha
      Em Ha
  • rid kc
    rid kc
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
    • alasroban
      alasroban
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • alasroban
      alasroban
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Momon Atun
      Momon Atun
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • alasroban
    alasroban
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • djokoLodang
      djokoLodang
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • ra tepak pol
    ra tepak pol