Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan penerimaan pajak belum mencapai target.
Pasalnya, penerimaan pajak hanya mencapai Rp 1.917,6 triliun atau 87,6% dari target sebesar Rp 2.189,3 triliun hingga tahun 2025.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, kontraksi penerimaan pajak terjadi karena kombinasi faktor moderasi harga komoditas, peningkatan restitusi akibat relaksasi dan percepatan pemeriksaan, serta kebijakan fiskal yang ditujukan untuk menjaga daya beli dan keberlanjutan usaha masyarakat.
“Tekanan cukup besar saat semester I-2025 dan ada perbaikan di semester II-2025. Ini dinamika perekonomian yang tercermin di penerimaan pajak,” ungkap Suahasil.
Kemenkeu mencatat kelompok Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), penerimaan mengalami penurunan 14,7% pada paruh pertama 2025.
Namun, pada paruh kedua 2025, penerimaan PPN dan PPnBM tumbuh 2,1% sehingga realisasinya mencapai Rp790,2 triliun
BACA JUGA:Purbaya Usul Potong PPN Dorong Daya Beli, Pengamat: Ekonomi Bisa Kembali Stabil
Sementara itu, tekanan penerimaan pajak paling besar terjadi pada semester I 2025. Salah satunya tercermin dari kinerja Pajak Penghasilan (PPh) Badan yang pada kuartal I 2025 turun sekitar 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, pada semester I 2025 penerimaan PPh Badan terkoreksi 10,4%.
Namun, kondisi tersebut mulai membaik pada semester II 2025, seiring PPh Badan kembali tumbuh 2,3% dengan realisasi mencapai Rp321,4 triliun.
Kinerja serupa juga terjadi pada PPh Orang Pribadi. Pada paruh pertama 2025, penerimaan dari jenis pajak itu turun cukup dalam sebesar 19,4%.
Memasuki semester II 2025, PPh Orang Pribadi berbalik tumbuh 17,5% dengan realisasi Rp248,2 triliun. Sementara, penerimaan PPh Final tercatat terkontraksi 4% pada semester I 2025.
Sedangkan pada semester II, penerimaan PPh Final kembali tumbuh 8 persen dengan realisasi mencapai Rp345,7 triliun.
BACA JUGA:Hore! Menkeu Purbaya Sebut Kenaikan PPN Tunggu Pertumbuhan Ekonomi Tembus 6 Persen
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara.-ist-