Alasan Elon Musk Tunda Beli Twitter, Taktik Negosiasi karena Harga Saham Turun?

Alasan Elon Musk Tunda Beli Twitter, Taktik Negosiasi karena Harga Saham Turun?

JAKARTA, DISWAY.ID-Bos Tesla Elon Musk menunda kesepakatan senilai 44 Miliar US Dollar atau setara dengan Rp 643 Triliun. 

Elon Musk mengatakan pada hari Jumat bahwa dia menunda kesepakatan senilai $44 miliar membeli Twitter. 

" Twitter deal temporarily on hold pending details supporting calculation that spam/fake accounts do indeed represent less than 5% of users, " tulis Elon Musk.

BACA JUGA:Presiden Jokowi Bertemu Elon Musk di Space X, Janji November Datang ke Indonesia

Menurut Elon Musk, penundaan itu hanya bersifat sementara karena dia ingin rincian lebih lanjut tentang jumlah akun palsu atau spam dalam situs media sosial tersebut.

Mengutip artikel Reuters dari bulan Mei yang merujuk pada pengajuan sekuritas yang menunjukkan bahwa kurang dari 5 persen dari 229 juta pengguna harian Twitter yang melihat iklan adalah akun palsu pada kuartal pertama tahun ini.

"Masih berkomitmen untuk akuisisi," tweet Musk.

BACA JUGA:Fitur Baru Twitter, Circle Dikabarkan Akan Mirip Close Friends Instagram

Saham Twitter pun turun 8 persen menjadi $41,16 per saham pada hari Jumat lalu.

Seorang analis riset senior di Bernstein Toni Sacconaghi mengatakan kepada CNBC bahwa penundaan Elon Musk itu bisa jadi taktik negosiasi agar twitter menurunkan harga jual, mengingat harga saham perusahaan telah jatuh. 

"Taktik negosiasi untuk membuat Twitter menurunkan harga jualnya karena harga saham perusahaan telah jatuh," kata Toni mengutip Cnet, Jumat 13 Mei 2022.

Pada 25 April, Twitter mengatakan Musk telah setuju untuk membeli perusahaan tersebut dengan harga 54,20 US Dollar per saham secara tunai. 

Kesepakatan itu mewakili 38 persen premium untuk harga penutupan saham Twitter pada 1 April, ketika founder SpaceX itu mengungkapkan bahwa dia memiliki lebih dari 9 persen Twitter. 

Jika kesepakatan batal, Twitter akan menjadi perusahaan pribadi, mengakhiri perjalanannya sebagai perusahaan publik.

Sumber: