6 Jam Otopsi Ulang Jenazah Brigadir J Ada Kesulitan, Dokter Forensik: Sudah Alami Fase Membusuk..

6 Jam Otopsi Ulang Jenazah Brigadir J Ada Kesulitan, Dokter Forensik: Sudah Alami Fase Membusuk..

Makam Brigadir Yoshua yang akan dibongkar untuk keperluan otopsi ulang--Deki/jambi-independent.co.id--

JAKARTA, DISWAY.ID - Dokter forensik mengaku bahwa saat melaksanakan ekshumasi atau otopsi ulang dari jenazah Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J mengalami kesulitan.

Proses ekshumasi dilakukan demi mendapat bahan penyelidikan dari kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022 lalu.

Faktor yang menyebabkan sulitnya proses ekshumasi karena jenazah Brigadir J saat dibuka terlihat sudah mengalami fase pembusukan.

BACA JUGA:Terkuak Nama Akrab Brigadir J, Ini Profil Lengkap Nofriansyah Yosua Hutabarat yang Tewas Tertembak Bharada E

BACA JUGA:Kronologis Tewasnya Kopda Muslimin Usia Tenggak Racun di Rumah Orang Tuanya, Sempat Ucapkan Mohon Maaf

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Perhimpunan Dokter Forensi Indonesia Ade Firmansyah Sugiharto pada Kamis, 28 Juli 2022.

"Sesuai dengan apa yang kami perkirakan sebelumnya, bahwa autopsi pasti memiliki beberapa kesulitan," ucap Ade Firmansyah.

"Pertama, tentunya otopsi jenazah sudah diformalin dan sudah mengalami beberapa derajat pembusukan yang memang kita antisipasi akan terjadi," tuturnya menambahkan.

Meski begitu, tim dokter Forensik juga sudah berhasil menemukan adanya sejumlah luka di beberapa bagian tubuh jenazah Brigadir J.

BACA JUGA:Profilnya Diedit Terima Suap dari Ferdy Sambo di Wikipedia, Ini Reaksi Kapolda Metro Jaya

BACA JUGA:Irjen Fadil Imran Gagal Menguak Misteri Kematian Brigadir J? KP3: Kapolda Metro Harus Mundur Sendiri!

Ahli forensik juga akan segera melakukan pemeriksaan dari beberapa luka itu dengan menggunakan mikroskopik.

"Di sini ya setelah kami lakukan pemeriksaan, semua sampel telah kami kumpulkan dan akan kami bawa ke Jakarta untuk kita periksa secara mikroskopik di laboratorium patalogi anatomik RSCM," papar Ade.

"Semua nanti hasil pemeriksaan tentunya membutuhkan waktu kongklusinya adalah setelah adanya pemeriksaan laboratorium untuk menantikan apa itu betul-betul atau tidak karena pada saat terjadi pembusukan tentunya kita harus sangat berhati-hati," ucapnya menambahkan.

Sumber: