Pelaku Cabuli Bocah di Tambora Mengaku cuma Memandikan Korban, Keluarga: Tapi Kok Pegang Area Sensitif?

Pelaku Cabuli Bocah di Tambora Mengaku cuma Memandikan Korban, Keluarga: Tapi Kok Pegang Area Sensitif?

Cabuli Bocah di bawah Umur di Tambora, Pelaku Tunawicara Mengaku Hanya Memandikan Korban.-Humas Polres Jakbar-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Pelaku pencabulan yang penyandang tunawicara diduga melakukan aksinya terhadap anak perempuan berusia 7 tahun di kamar mandi di sebuah indekos di Tambora, Jakarta Barat, pada Minggu 13 November 2022.

Setelah mencurigai gelagat pelaku EN (35), ibu korban NN pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Tambora Jakarta Barat

BACA JUGA:Wajib Coba! Life Hack Buat Dapat Extra Potongan Pizza Tanpa Ketahuan

BACA JUGA:Bahaya Charging HP Saat Tidur, Petugas Damkar Beberkan Dampaknya

Dalam kasus ini pihak keluarga korban juga menceritakan, pelaku mengaku tidak melakukan pencabulan usai dikonfrontir pihak keluarga dan warga lainnya.

"Saya tanya 'kamu ngapain keponakan saya?', dia bilang 'enggak ngapa-ngapain, cuma cuci-cuci, demi Allah', dia bilang gitu maksudnya mandiin. Tapi ngomongnya enggak jelas, soalnya kan gitu (tunawicara)," ujar Pihak keluarga korban yang enggan disebutkan namanya, Rabu 30 November 2022.

BACA JUGA:Jangan Tertipu! Begini Cara Bedakan Ponsel Asli atau Palsu, Waspada Belanja Online!

BACA JUGA:Viral! Ribuan Ikan Naik ke Daratan di Kepulauan Seribu, Begini Tanggapan BMKG

Sementara itu, Bibi korban mengatakan dirinya kesal saat mendengar kabar bahwa anak dari sepupunya itu dilecehkan saat mandi.

"Jadi korban sama pelaku ini ngekos, kamar mandinya umum. Si anak mandi sendirian, terus si pelaku datang. Nah katanya, ibu korban gedor-gedor pintu, enggak bukain, jadi curiga. Dugaan saya sih karena pelaku memang pendengarannya kurang," ungkapnya.

BACA JUGA:Awas, Konsumsi Buah Apel Bisa Picu Perut Kembung? Begini Penjelasan Detailnya

BACA JUGA:Mauna Loa Bukan Hanya Gunung Berapi Biasa, Ternyata Juga Ada di Film SpongeBob

Pihak keluarga korban juga mengaku kasihan dengan keadaan pelaku yang merupakan penyandang Disabilitas.

"Kesel sih, namanya saudara sendiri. Masa enggak dibelain. Tapi makin ke sini, dia juga fisik dan mentalnya kurang, jadi kasihan juga, Anaknya (korban) kan di sini mainnya, seperti biasa saja. Tapi kalau ditanya kemarin diapain, ya, katanya dimandiin," jelasnya.

Sumber: