Hibah Salah

Hibah Salah

--

UANG Rp 14,1 miliar itu harus dikembalikan. Itu perintah pengadilan. Sulitnya, yang harus mengembalikan itu bukan badan hukum: forum pondok pesantren. Sebagai organisasi. Bukan juga perorangan pengurusnya.

Saya membayangkan betapa sulit melaksanakan putusan pengadilan Serang pekan lalu itu. Simaklah jalan cerita ini: Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten mengajukan proposal ke gubernur (saat itu) Wahidin Halim. Nilainya Rp 27 miliar.

Itu akan dibagikan kepada pondok pesantren se-provinsi Banten yang menjadi anggota forum.

Ternyata yang disetujui hanya Rp 6,6 miliar. Akan diambilkan dari APBD tahun 2018.

Ketua FSPP KH A. Matin Djawahir kaget. Kok cuma segitu. Ia pun menemui gubernur. Minta ditambah. Maka Kiai Matin diminta mengajukan permohonan lagi. Gubernur pun memanggil kepala Biro Kesra. Agar permintaan itu dipenuhi. Sang kepala Biro, dalam kesaksian di persidangan, mengatakan anggarannya tidak ada di APBD 2018. Tapi, masih  katanya di pengadilan, sang gubernur menekannya. Bahkan, katanya, ada ucapan: mengapa ia nurut kepada gubernur lama (Atut), tapi tidak nurut ke gubernur yang sekarang.

Ketua Forum pun mengajukan proposal baru: Rp 71,7 miliar. Disetujuilah Rp 66,2 miliar. Uang pun dibagi ke pondok pesantren. Ratusan  jumlahnya. Banyak pondok yang mendapat dana hibah hanya Rp 30 juta. Total ada 543 pondok pesantren yang mendapat hibah bermasalah ini.

Biasa: sebagian dana itu untuk tambahan operasional FSPP.

Menurut majelis hakim tipikor, negara dirugikan Rp 14 miliar. Kok bukan Rp 66,2 miliar seperti perhitungan jaksa?

Menurut hakim, Rp 14 miliar itu berasal dari Rp 2,8 miliar yang diambil FSPP ditambah Rp 11 miliar yang diberikan ke pondok yang tidak punya izin dari pemerintah. "Tidak seharusnya FSPP dapat bagian hibah sampai Rp 3,8 miliar. Seharusnya hanya Rp 1 miliar. Maka yang Rp 2,8 miliar tidak sah dan harus dikembalikan," ujar hakim dalam vonisnya. Dana hibah yang diterima pondok pesantren yang punya izin dianggap bukan kerugian negara.

Tahun berikutnya ketua FSPP mengajukan lagi permohonan dana hibah. Kiai Matin tidak menyangka kalau kelak akan jadi perkara.

Usulan ini pun disetujui. Dilaksanakan dari APBD 2020. Menurut hakim untuk pembagian tahun 2020 ini negara dirugikan Rp 5 miliar. Itu karena ada 172 pondok yang tidak punya izin ikut mendapat hibah.

Terdakwa yang dijatuhi hukuman dalam kasus ini adalah empat orang dari Pemprov. Yakni kepala Biro Kesra dan anak buahnya. Lalu satu orang kiai yang menjadi salah satu koordinator pembagian. Kiai ini dinilai terbukti memotong bagian 11 pesantren senilai Rp 104 juta.

Karena semua itu diputuskan sebagai korupsi, maka kerugian negara harus dikembalikan. FSPP harus mengembalikan uang Rp 14,1 miliar.

Sulitnya, FSPP bukanlah organisasi formal. Namanya saja forum. Mungkin juga tidak punya anggaran dasar. FSPP juga bukan badan hukum. Dalam peraturan perundangan yang berlaku tidak dikenal badan hukum yang disebut forum. Berarti sebuah forum tidak bisa dihukum.

Mungkinkah FSPP menagih kembali uang yang sudah diserahkan ke ratusan pondok yang tidak berizin itu? Juga tidak mungkin. Forum tidak punya kekuatan hukum menagih. Yang ditagih mungkin juga menyerah: ambil saja pondok ini sebagai pembayaran.

Ketua Forum ini, Kiai Matin Djawahir, relatif masih muda. Beliau juga sangat disegani. "Waktu menjadi mahasiswa di sini, ia sering membawa pisau ke dalam ruang kuliah," ujar seorang dosen di Universitas Islam Negeri di Serang. "Beliau juga dikenal sebagai salah satu jawara di Banten," tambahnya.

Pesantrennya besar: Darul Falah. Di Ciloang, Cipocok, Kota Serang. Itu adalah pondok warisan dari ayahandanya, seorang ulama terkemuka di Banten.

Bagaimana kalau kerugian negara itu ditagihkan kepada ketua FSPP?

Lebih sulit lagi. Beliau meninggal dunia. Di tahun 2020. Yakni tidak lama setelah hibah dari Pemprov itu dibagikan ke pondok pesantren. Usianya baru 52 tahun. (Dahlan Iskan)

 

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan

Edisi 24 Januari 2023: Imlek Cemburu

 

hilman g

Apa bedanya Ang Pao dengan Hong Bao? Mungkin karena yang masuk ke Indonesia itu orang cina pasukan Gengis khan dari Mongolia jadi namanya Ang Pao, orang cina yang pergi ke amerika itu pasukan Chiang Kai Shek dari pulau Taiwan makanya jadi Hong Bao

 

Mbah Mars

Semua bangsa suka laku kedermawanan. Demikian juga semua agama mengajarkan sikap-sikap filantropis. Murah hati. Loma. Angpao atau Hong Bao adalah pemberian uang yang dimasukkan ke dalam amplop merah. Si pemberi biasanya adalah si senior. Si penerima adalah si yunior. Amplop warna merah bagi kaum Tionghoa melambangkan keberuntungan dan terhindar dari keburukan roh jahat. Mirip konsep sadaqah dalam Islam: "Ash-Shadaqtu daf'ul bala"". Shadaqah bisa menolak bala'. Orang yg banyak shadaqah juga yakin akan diguyur berbagai keberuntungan hidup.

 

Sastra Boenjamin

Mohon izin untuk menjawab, Ang Pao itu dialek hokkian, sedangkan Hong Bao (dibaca : Hong Pao) adalah bahasa mandarin

 

Amat Kasela

Cemburu dan sayang. Biji benalu asal kelayang/ kelayang anak hinggap di jambu/ Cemburu itu tandanya sayang/ Tapi cemburu jangan terlalu Kalahlah inang oleh benalu/ Biji benalu asal kelayang/ Kalau cemburu sudah terlalu/ Salah sedikit nyawa melayang.

 

Kliwon

♪ Ingin Kubunuh Pacarmuuu ♪ Saat Dia mencium bibir merahmu ♪ Disini Dewa 19 hanya menyanyikannya, dan disana cowok lansia mewujudkannya..

 

Agus Suryono

SIAPA TAHU.. Yang tebakannya pas dan benar, cocok diberi tangkat tituler: BRIPTU.. Kalau salah dikit: BRIPDA..

 

Mbah Mars

Kompol Koplak: "Sudah 9 peluru kau muntahkan. Semua meleset" Barada Jabrik: "Siiaaaap komandan" Kompol Koplak: "Tinggal satu peluru. Sana buat nembak kepala lo saja" Barada Jabrik: "Siaaap" Barada Jabrik melesat ke balik pepohonan yang rimbun. Dalam sekejap terdengar DOOR! Kompol Koplak: "Waduh berabe. Gila anak itu. Benar-benar nembak kepalanya" Kompol Koplak dan polisi-polisi lain berlarian ke arah semak belukar tempat Barada Jabrik menembak kepalanya. "Maaf, komandan. Tembakan saya meleset lagi"' kata Barada Jabrik sambil nyengir. Kompol Koplak merasa lega sekali.

 

Everyday Mandarin

Mumpung masih suasana Imlek hingga 15 hari sejak 22 Jan lalu. Dinasti Qing (China) tekor dan gempor setelah kekalahan di 2 Perang Candu. Hong Kong lepas ke Inggris dari genggaman China. Untung Inggris masih punya hati, bukan rebut paksa, tapi sewa sampai 1997. Sejak itu orang asing banyak yg buka perusahaan di selatan China, terutama di Guangdong dan Hong Kong. Karena kekalahan ini, tahun 1861, kaisar Tongzhi (Dinasti Qing) mereformasi negara lewat Gerakan Memperkuat Negara (自強運動). Qing bermaksud mempelajari kemajuan negara Barat. Banyak konsultan asing direkrut Qing. Selain pengusaha asing yang membuka usaha di China tadi. Pekerja2nya ya orang2 Guangdong. Saat Tahun Baru Imlek, pekerja2 Guangdong ini mengucapkan "kunghi fatchoi" (ini bahasa Canton, dalam Mandarin: gongxi facai) ke bos2 asing mereka. Harapannya supaya bosnya kaya dan pekerjanya bisa dapat THR lebih lagi di tahun depan. Ucapan "kunghi fatchoi" ini dengan cepat menyebar ke Hong Kong. Dan hingga kini, orang Hong Kong masih mempertahankan ucapa "kunghi fatchoi". Sementara 2 China lainnya: PRC/RRC dan ROC/Taiwan lebih biasa mengucapkan "xinnian kuaile" sbg ucapan Sincia ini.

 

Gianto Kwee

Ratna Assan main bareng Steve Mc Queen di film Papillon, Saya nonton di usia saya 21 tahun, terima kasih bung Mirza

 

Mirza Mirwan

Ingat Los Angeles ingat Bu Devi Dja, pesohor Hollywood asal Indonesia. Pembaca CHD under-sixty mungkin banyak yang tidak kenal nama Devi (Dewi) Dja, yang nama lahirnya Misri, lalu berganti Soetidjah. Nun sebelum Indonesia merdeka dulu Devi Dja ini sudah terkenal sebagai bintang dalam Grup Dardanella pimpinan Willy Klimanof, yang kemudian menjadi suaminya. Devi Dja juga pernah menjadi bintang film di sini, salah satunya dalam "Dokter Syamsi". Kisah Devi Dja pernah ditulis Ramadhan K.H, judulnya lupa -- kebetulan isteri Ramadhan K.H, Pruistine, dulu adalah diplomat di KJRI Los Angeles. Tanggal 19 Januari kemarin itu genap 34 tahun Devi Dja meninggal. Saya termasuk beruntung karena tahun 1985, tiga tahun sebelum Devi Dja berpulang, saya pernah berkunjung ke rumahnya di Mission Hills, -/+25 km di utara Los Angeles. Usia beliau sudah seusia Pak DI sekarang. Tetapi Bu Devi Dja sudah kelihatan sepuh. Meski sudah menjadi WN AS sejak 1950-an, kecintaan Bu Devi Dja terhadap tanah kelahiran tidak pernah luntur. Di Hollywood Devi Dja juga pernah membintangi beberapa judul film, tetapi satu pun tidak ada yang saya ingat. Devi Dja kenal dekat dengan bintang-bintang besar kala itu: Bob Hope, Greta Garbo, Dorothy Lamour, dan .... saya lupa. Lucunya, meski puluhan tahun menjadi WN AS, pelafalan bahasa Inggris Bu Devi Dja bisa disebut Javanglish -- bahasa Inggris logat Jawa. Ratna Assan, putrinya dari suami ke-3 yang asal Gresik, juga pernah membintangi film Hollywood. Stop

 

yea aina

Pak @JM, warnanya bisa apa saja, karena format e...... Yang bisa dapat juga siapapun perusuh Disway, tentunya kecuali yang identitas beserta kontaknya tidak jelas seperti saya: bisa tidak dapat kwkwkw.

 

 

Jimmy Marta

Monterey park, Alhambra dekat Arcadia gk jauh dari LA, yah sy pernah kesana. Itu kota satelit spt Alam Sutera di Jkt. Penduduk nya 60rb, 63% turunan asia, bagian terbesarnya dari cina. Waktu disana sy cuma bingung, gk bisa bedakan mana yg asal cina, taiwan, vietnam dan jepang. Sewaktu mampir di salah satu tokonya, saya sapa dg, Koh...!. Hebat nya sang kakek langsung tahu sy dari Indonesia... #Abah ngarang #Kt hanya pernah ke A mriki

 

doni wj

Saya jadi curiga.. jangan-jangan sulit login ke Disway ini gegara ada sabotase admin yang sudah menikah dan nggak kebagian Hong bao.. wkwkwkwk.. Ceritanya beberapa hari yang lalu seorang mantan kolega di UN menghubungi saya. Ada teman kuliahnya bernama Josh asal San Diego mau berkunjung ke Jogja. Kirain mau puter-puter Jogja saja. Ternyata berminat ke Borobudur. Jadilah motoran 1,5 jam ke sana. Pulangnya, Josh ngajak makan. Padahal saya ada undangan ke rumah teman yang merayakan Imlek. Imlek = makan-makan, wkwkwk.. Daripada jajan di jalan, saya ajak dia ke acara itu. Meski tidak pakai acara roundtable, makan-makan dengan berbagai lauk tetap disediakan melimpah. Bahkan waktu pamit pulang, Josh yang jomblo masih dapat Hong bao pula. Saya langsung komen, "gimana tho Josh, udah ga jadi nraktir, lha kok malah dapet uang saku..??" Wkwkwk. Jadi kalau kirim-kirim Hang bao ke perusuh, Bli Leong dan Mbah Mirza yang mengumumkan mau dikrawu sambel sama dipukul munthu istrinya itu pasti nggak bakal dapet. Lha yang terkenal jomblo macam Aat ini yang punya kans..

 

Yellow Bean

Terimakasih angpao Imlek nya Abah dan team Disway. Saya sudah cek rekening. Alhamdulillah lumayan untuk beli beras. Semoga yang lain juga mendapatkan seperti yang saya terima.

 

Mirza Mirwan

Dan ternyata Minggu, 22 Januari, terjadi lagi penembakan di California. Kali ini di Half Moon Bay, +/- 35 km di selatan San Fransisco. Korbannya 7 orang meninggal, seorang terluka. Tetapi pelakunya sudah tertangkap dan....eh, dari namanya jelas Tionghoa, Chunli Zhao, 67. Artinya, dalam seminggu, di California saja terjadi tiga kali penembakan dengan korban tewas 25 orang.

 

Liáng - βιολί ζήτα

Mbak Yellow Bean, Kalau menurut Mbak Maia Estianty sih... begini : Lagu ini hanyalah sepenggal kisah cintaku Cintai seseorang yang tak punya selera Dia meninggalkan aku untuk yang lebih jelek Juga tidak lebih baik Gadis itu si joli Gadis itu si doi Gadis itu si mona Gadis itu si lola Joli itu tak lebih pintar dariku Si doi bodynya kayak bodyguardku Sementara mona tingkahnya belagu Dan lola kampungan mereka itu temanku mereka itu sahabatku mereka itu temanku mereka itu sahabatku mereka pengkhianat cinta... Pengkhianat cinta... KAU PENGKHIANAT CINTA... KAU PENGKHIANAT CINTA... wkwkwkwkwkwkwk.......

 

Liáng - βιολί ζήτα

Keyakinan tentang perselingkuhan pasangan dapat membentuk kandungan fenomena psikopatologis, seperti delusi. Kecemburuan delusi adalah masalah yang sering terjadi pada demensia. Delusi dan halusinasi seringkali terjadi secara berdampingan. Orang yang mengidap Sindrom Othello pada umumnya tidak mampu mengendalikan perasaannya karena cemburu buta. Sindrom Othello termasuk gangguan kejiwaan delusi, karena pengidapnya tidak mampu membedakan yang mana "kenyataan" dan yang mana "imajinasi". Pengidap Sindrom Othello hanya meyakini dan bersikap sesuai apa yang ia percayai, meskipun tidak ada bukti apapun yang memperkuat kecurigaannya. Itu sebabnya orang dengan Sindrom Othello akan meyakini kalau pasangannya selingkuh sehingga ia akan terus cemburu dan berusaha membuktikannya. Caranya bisa beragam, mulai dari menginterogasi, menguji, menguntit, bahkan hingga melakukan pembunuhan !!

 

Liáng - βιολί ζήτα

Abah DI terimakasih "hong bao" nya. Othello Syndrome. Kata "Othello" merujuk pada drama karya Shakespeare yang mengisahkan seorang suami bernama Othello yang membunuh istrinya karena kecurigaan yang tidak terbukti kebenarannya. Othello syndrome is a psychotic disorder characterized by delusion of infidelity or jealousy; it often occurs in the context of medical, psychiatric or neurological disorders. (Sindrom Othello adalah gangguan psikotik yang ditandai dengan delusi perselingkuhan atau kecemburuan; itu sering terjadi dalam konteks gangguan medis, kejiwaan atau neurologis.) Istilah Othello Syndrome pertama kali disebutkan oleh John Todd dan K. Dewhurst di dalam paper berjudul "The Othello Syndrome: a study in the psychopathology of sexual jealousy" (1995).

 

Yellow Bean

Untuk siapa pun di grup ini yang kenal atau pun tidak dengan saya pribadi atau terkait almarhum suami, saya mohon maaf kalo ada ketidak sengaja candaan saya. Saya menjadi follower Pak Dahlan Iskan sejak beliau dalam kabinet Bapak SBY. Bukan sedang memata matai siapapun. Saya biasa ikut kegiatan sosial jadi mohon maklum kalau saya terasa sok akrab atau sok pintar karena yang pasti saya sedang belajar berinteraksi dengan orang luar setelah 21 tahun hanya fokus dalam rumah seperti katak. Maturnuwun dan mohon maklum.

 

Fiona Handoko

terima kasih bpk denny. pembunuhan karna cemburu. jadi ingat si jendral polisi di astina. bedanya si jenderal "nabok nyilih tangan"

 

Denny Herbert

Kebetulan perusuh ini pernah tinggal dan sekolah di kota Torrance.. kota Torrance terkenal dengan tingkat keamanan yg tinggi di daerah LA County secara berkala, dari tahun ke tahun dan berada di pesisir pantai (berhadapan dengan Lautan Pacific). Perusuh ini pernah mencoba tidak mengunci mobil setiap kali parkir di pinggir jalan umum selama 2 tahun dan tidak pernah ada yg usil.. Menurut perasaan kami: ada kemungkinan si pembunuh ini, sudah tahu ini akhir hidupnya, dan dia memilih kota Torrance sebagai tempat terakhir hidupnya... Sekedar info: Torrance ini adalah tempat 'pembuangan' warga Jepang Amerika yg pada saat Pearl Harbor dibom mereka dicuragi sebagai mata2... jadilah sebuah kota yg banyak ditempati oleh warga keturunan Jepang dan jadi kota teraman di LA

 

Otong Sutisna

Kayaknya bukan cemburu deh, tapi jengkel....kenapa yang ketinggalannya hp, ga dompetnya aja ...

 

Leong putu

"Kok tumben sudah pulang Pa ?". ."anu...Ma...aku ijin". ."Sakit ?". ."enggak Ma...". ."trus kenapa ? Biasanya kamu kan mesti lembur, Kena macet, sehingga tiap hari sampai rumah jam 7 malam ". ."anu...Ma.., Hp ku ketinggalan di rumah". ."hmmmm... Hp apa Hp ?". ."hmmm...". ."pantesan tadi aku telpon kok tidak diangkat". .'hmmmm...". .' kamu simpan di mana ?". ."di bawah bantal Ma...". ."kok aku gak dengar ?". ."aku silent Ma...". ."heeleeeeh...sejak kapan Hp kamu mode getar ?". ."hmmm....". ."gak sekalian kamu kasih pasword saja !". ."hmm". ."teruskan aja Pa..! ! ". ."hmm".

 

Fiona Handoko

selamat siang bpk thamrin. kang aat pergi bersama cewek/ pulang pulang bawa bapao/ selamat tahun baru imlek/ alhamdulilah abah janji bagi hongbao/

 

Mirza Mirwan

Iseng-iseng saya baca ulang CHD hari ini. Dan ada yang perlu diluruskan. Di Alhambra, tepatnya di Lai Lai Ballroom, sebenarnya Huu Can Tran bukan dikeroyok rame-rame. Hanya satu orang yang bergumul dengan Huu Can Tran untuk merebut senjata semi otomatis yang dibawa lelaki 72 tahun itu. Si "brave man" itu adalah Brandon Tsay, 26, pekerja Lai Lai Ballroom, yang punya firasat buruk melihat seorang pengunjung membawa senjata semi otomatis memasuki lantai dansa. Begitu senjatanya berhasil direbut, Huu lantas lari keluar menuju mobilnya. Setidaknya, begitulah menurut penuturan Sherif Robert Luna kepada wartawan.

 

Jimmy Marta

Pulau buru ada di seberang/ Pantainya indah tempat jualan ikan/ Kalau cemburu selalu datang/ Segera lah pindah tinggal berjauhan

 

Leong putu

Ku ambil senapan pergi berburu / Ku tembak babi yang kena sapi / Kalau hati sudah dibakar cemburu / Tak bisa heppy isinya sakit hati / .... 365_mantun cemburu

 

Liáng - βιολί ζήτα

Pak Denny Herbert, Perlu dibedakan antara "Suicidal Ideation" dan "Murder-Suicide". Suicidal Ideation (kecenderungan berpikir untuk merusak atau mematikan diri sendiri yang dilakukan secara sengaja). Murder-Suicide (pembunuhan-bunuh diri adalah tindakan di mana seseorang membunuh satu orang atau lebih, baik sebelum atau saat bunuh diri).

 

Liáng - βιολί ζήτα

...lanjutan. ...bunuh diri zaman sekarang melibatkan banyak korban... itu berarti bukan "bunuh diri (suicidal ideation)" tetapi "pembunuhan-bunuh diri (murder-suicide)".

 

Handoko Luwanto

Judul-2 CHD koq sering susah dicerna ya. Bikin mudah lupa isi postingan yg lalu-2. Sperti hari ini, Imlek Cemburu. Jika memang dipaksakan hanya 2 kata, apa tidak lebih baik Cemburu Imlek ? Dipendekkan dari "Cemburu saat Imlek".

 

Nimas

المرءة تكتم الحب اربعين سنة <span style="font-size: 11pt; line-height: 22px; font-family: Arial, sans-serif; color:

Sumber:

Komentar: 227

  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • hari purwani
    hari purwani
  • majid elhamdiyyah
    majid elhamdiyyah
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Leong putu
    Leong putu
    • Leong putu
      Leong putu
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
  • Kujang Bengkok Amburadul
    Kujang Bengkok Amburadul
  • Leong putu
    Leong putu
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
    • Mahmud Al Mustasyar
      Mahmud Al Mustasyar
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
    • Mahmud Al Mustasyar
      Mahmud Al Mustasyar
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Nimas
      Nimas
    • Nimas
      Nimas
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Nimas
      Nimas
    • Liáng - βιολί ζήτα
      Liáng - βιολί ζήτα
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
    • Nimas
      Nimas
  • Lukman bin Saleh
    Lukman bin Saleh
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
    • yea aina
      yea aina
    • Mahmud Al Mustasyar
      Mahmud Al Mustasyar
    • Johannes Kitono
      Johannes Kitono
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
    • Mahmud Al Mustasyar
      Mahmud Al Mustasyar
  • yea aina
    yea aina
  • Liam Then
    Liam Then
    • yea aina
      yea aina
    • Leong putu
      Leong putu
  • hari purwani
    hari purwani
  • Leong putu
    Leong putu
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Leong putu
      Leong putu
    • Leong putu
      Leong putu
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Leong putu
      Leong putu
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
  • Lukman bin Saleh
    Lukman bin Saleh
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • Mahmud Al Mustasyar
      Mahmud Al Mustasyar
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • Amat K.
      Amat K.
    • yea aina
      yea aina
    • Leong putu
      Leong putu
    • Nimas
      Nimas
    • Leong putu
      Leong putu
    • Nimas
      Nimas
    • Leong putu
      Leong putu
  • yoming AFuadi
    yoming AFuadi
  • Liam Then
    Liam Then
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Liam Then
      Liam Then
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
    • Amat K.
      Amat K.
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Handoko Luwanto
    Handoko Luwanto
    • Handoko Luwanto
      Handoko Luwanto
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • Waris Muljono
    Waris Muljono
    • Kliwon
      Kliwon
    • Waris Muljono
      Waris Muljono
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
  • Leong putu
    Leong putu
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Leong putu
      Leong putu
    • Leong putu
      Leong putu
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Leong putu
      Leong putu
    • yea aina
      yea aina
    • Leong putu
      Leong putu
  • Mahmud Al Mustasyar
    Mahmud Al Mustasyar
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • yea aina
    yea aina
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • yea aina
      yea aina
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • Amat K.
      Amat K.
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Mahmud Al Mustasyar
    Mahmud Al Mustasyar
  • doni wj
    doni wj
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • Fa Za
    Fa Za
  • Nimas
    Nimas
  • Rihlatul Ulfa
    Rihlatul Ulfa
  • Fauzan Samsuri
    Fauzan Samsuri
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
  • Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
    Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
  • reskon indo
    reskon indo
  • carmenita simanjuntak
    carmenita simanjuntak
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Liam Then
      Liam Then
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Fiona Handoko
    Fiona Handoko
    • Kliwon
      Kliwon
    • Mirza Mirwan
      Mirza Mirwan
    • Fiona Handoko
      Fiona Handoko
    • Fiona Handoko
      Fiona Handoko
  • Kliwon
    Kliwon
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Kliwon
      Kliwon
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
    • Liam Then
      Liam Then
    • edi prihatin
      edi prihatin
    • KEY
      KEY
    • edi prihatin
      edi prihatin
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
  • Dacoll Bns
    Dacoll Bns
  • bagus aryo sutikno
    bagus aryo sutikno
  • murtadho yulian
    murtadho yulian
    • Dacoll Bns
      Dacoll Bns
  • bagus aryo sutikno
    bagus aryo sutikno
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
  • Hendy Nnr
    Hendy Nnr
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
    • Amat K.
      Amat K.
    • Fra Wijaya
      Fra Wijaya
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
    • Ahmad Zuhri
      Ahmad Zuhri
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • Wong Tjoekir
      Wong Tjoekir
    • KEY
      KEY
    • Fa Za
      Fa Za
  • Teguh  Gw
    Teguh Gw
  • praz ty
    praz ty
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Amat K.
      Amat K.
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • Dacoll Bns
      Dacoll Bns
    • Leong putu
      Leong putu
  • Lukman bin Saleh
    Lukman bin Saleh
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Kliwon
      Kliwon
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
  • alasroban
    alasroban
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Kliwon
      Kliwon
    • alasroban
      alasroban
    • alasroban
      alasroban
    • alasroban
      alasroban
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Leong putu
      Leong putu
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
  • bagus aryo sutikno
    bagus aryo sutikno
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
  • Mirza Mirwan
    Mirza Mirwan
    • Mirza Mirwan
      Mirza Mirwan
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Ahmad Zuhri
      Ahmad Zuhri
  • Hendri Ma'ruf
    Hendri Ma'ruf
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Mada Suradi
    Mada Suradi
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
  • Kalender Lengkap
    Kalender Lengkap
  • rid kc
    rid kc
  • mz arifinuz
    mz arifinuz
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • Otong Sutisna
    Otong Sutisna
    • Amat K.
      Amat K.
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
  • Otong Sutisna
    Otong Sutisna
    • Amat K.
      Amat K.
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Fa Za
      Fa Za
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Fa Za
      Fa Za
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Fa Za
      Fa Za
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Fa Za
      Fa Za