PR Menteri Pendidikan era Prabowo, JPPI: Jangan Ikut Tren Ganti Kurikulum

PR Menteri Pendidikan era Prabowo, JPPI: Jangan Ikut Tren Ganti Kurikulum

Isu ganti kurikulum pendidikan selalu mencuat pada pergantian pemerintahan dan Menteri Pendidikan yang menjabat.-dok disway-

BACA JUGA:Cristiano Ronaldo dan Hilangnya Rekor Sempurna Portugal di UEFA Nations League

Dalam hal ini, penting untuk menjamin guru-guru lebih berkualitas dan sejahtera.

"Jangan seperti sekarang, mereka terdiskriminasi oleeh sistem sehingga mereka banyak yang bekerja sampingan yang macam-macam, ada yang jadi pemulung, jasa badut, kuli bangunan, dll. Ini sangat pemprihatinkan."

Sedangkan guru yang tidak berkualitas inilah penyebab berbagai program pemajuan pendidikan kurang berdampak.

"Yang lebih penting dari kurikulum adalah guru-gurunya yang tidak berkualitas dan kompetensinya buruk. Mau kurikulum apa saja, kalau gurunya kompetensinya rendah ya pasti tidak akan ada dampak apa-apa pada siswa," tandasnya.

BACA JUGA:Cristiano Ronaldo dan Hilangnya Rekor Sempurna Portugal di UEFA Nations League

BACA JUGA:Kurangi Ketergantungan Impor Minyak, Kementerian ESDM Pangkas Ratusan Perizinan

Kendati demikian, program peningkatan mutu guru yang ada saat ini, seperti Guru Penggerak, masih dinilai kurang.

"Program peningkatan mutu guru harus berdasarkan kebutuhan dan menjangkau semua. Sekarang ini program Guru Penggerak masih sangat terbatas dan belum menjangkau semua."

Hal ini diperparah dengan ketidakpahaman pemerintah daerah bagaimana peran mereka dalam menjawab soal-soal ini.

Oleh karena itu, PR yang perlu diselesaikan Menteri Pendidikan mendatang harus memberikan perbaikan, perubahan, dan terobosan-terobosan yang mampu membawa sektor pendidikan lebih berkeadilan bagi semua dan tidak ada diskriminasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads