Terpidana Mati Mary Jane Segera Bebas, Presiden Filipina: Thank You Indonesia
Terpidana mati Mary Jane yang dipenjara di Lapas Perempuan Kelas 2B Yogyakarta akan segera menghirup udara bebas-Istimewa-
"Terima kasih, Indonesia. Kami menanti untuk menyambut kepulangan Mary Jane," lanjutnya.
Melalui unggahan itu, Bongbong menuturkan Mary Jane adalah sosok ibu yang terperangkap dalam cengkeraman kemiskinan sehingga membuat satu pilihan putus asa yang mengubah jalan hidupnya.
Bongbong menyatakan bahwa Mary Jane adalah korban dari keadaannya sendiri, meskipun ia bersalah namun tak ada maksud sedikitpun untuk mengedarkan narkoba.
Ditangkap 2010 di Jogja
Sekadar mengingatkan, Mary Jane Veloso ditangkap di Bandar Udara Adisutjipto, Yogyakarta, pada 25 April 2010. Ia ditangkap lantaran kedapatan menyelundupkan narkoba jenis heroin seberat 2,6 kilogram.
Kasus Mary sempat menjadi atensi internasional karena memohon pengampunan atau grasi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Joko Widodo.
Atas tindak pidana itu, Pengadilan Negeri Sleman pun memvonisnya dengan hukuman mati pada Oktober 2010 karena dinilai melanggar Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
BACA JUGA:Sidang Banding Vonis Teddy Minahasa, Majelis Hakim Bacakan Alasan Sidang Sempat Ditunda
BACA JUGA:Tak Puas! Jaksa Ajukan Banding Atas Vonis Teddy Minahasa yang Dihukum Seumur Hidup
Lima tahun berjalan, Mary Jane masuk dalam daftar terpidana mati yang akan dieksekusi pada April 2015 di Nusakambangan. Dalam pengakuannya, ia hanya diperalat untuk membawa barang haram tersebut.
Pada Agustus 2011, Presiden Filipina Benigno Aquino III meminta pengampunan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk Mary Jane. Alhasil, Indonesia melunak dan menunda hukuman mati Mary Jane sejalan dengan moratorium yang berlaku pada masa itu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: