Banjir Jabodetabek Disebabkan Curah Hujan Tinggi, BMKG Wanti-Wanti Hal Ini
Hujan sangat lebat melanda wilayah Jabodetabek dalam dua hari terakhir menyebabkan banjir di berbagai titik-Tangkapan Layar Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Hujan sangat lebat melanda wilayah Jabodetabek dalam dua hari terakhir menyebabkan banjir di berbagai titik.
Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Ida Pramuwardani menjelaskan, hal ini dilengaruhi oleh beberapa kombinasi faktor atmosfer skala global, regional, dan lokal.
"Gelombang atmosfer tipe Rossby Ekuatorial terpantau aktif, sehingga berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Jawa Barat," terang Ida ketika dihubungi Disway, 4 Maret 2025.
BACA JUGA:Prabowo Instruksikan TNI, Polri, hingga Relawan Bantu Tangani Banjir
BACA JUGA:Warga Kohod Tantang Raksasa Properti! Kuasa Hukum Agung Sedayu: Ini Gugatan Abal-Abal!
Adanya sirkulasi siklonik di barat Pulau Sumatera dan di Kalimantan juga secara tidak langsung mengakibatkan terbentuknya area netral di Laut Jawa dengan area pertemuan angin (konfluensi) di sebagian wilayah Jawa Barat.
Selain itu juga kelembapan udara di wilayah Jawa Barat pada lapisan 850-500 mb berkisar antara 60-98% yang mendukung pertumbuhan awan.
Labilitas atmosfer secara umum bervariasi pada kategori ringan hingga kuat mengindikasikan adanya potensi pembentukan awan konvektif.
Faktor-faktor tersebut, cukup memberikan kontribusi terhadap tingginya curah hujan di beberapa wilayah di Indonesia khususnya Jabodetabek.
Ia juga mewanti-wanti bahwa dalam sepekan ke depan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih memungkinkan terjadi di wilayah Jabodetabek.
BACA JUGA:Kurangi Intensitas Banjir, Pemerintah Modifikasi Cuaca
BACA JUGA:KPK Geledah Kantor Dinas PUPR Musi Banyuasin, Usut Dugaan Korupsi Proyek Insfrastruktur
"Potensi hujan Lebat-Sangat Lebat perlu diwaspadai di Kota Tangerang Selatan, Kab. Tangerang, Kab. Bekasi, Kab. Bogor pada 3 hari kedepan," tandasnya.
Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas lebat yang disertai angin kencang yang terjadi di wilayah-wilayah rawan bencana dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: