Sekolah Rakyat Pakai APBN, Mensos Buka Peluang Gandeng Swasta

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis 20 Maret 2025.-Annisa Amalia Zahro-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Sekolah Rakyat segera beroperasi pada tahun ini atau mulai pada tahun ajaran baru 2025/2026.
Nantinya, akan ada sekitar 43 aset Kementerian Sosial (Kemensos) yang siap digunakan.
"Tentu pendanaannya dari APBN, semua pendanaannya dari APBN," kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Jakarta, 20 Maret 2025.
BACA JUGA:Proses Seleksi Masuk Sekolah Rakyat Dimulai 1 April, Ada Psikotes hingga Kesehatan
Lebih lanjut, pihaknya membuka opsi bekerjasama dengan swasta agar bisa memberikan kontribusi melalui program CSR.
"Presiden membuka kesempatan kepada swasta untuk ikut berpartisipasi. Ada beberapa yang sudah siap berpartisipasi setelah kita konsolidasikan," tambahnya.
Dalam membangun Sekolah Rakyat, ia berpatokan pada Standar Nasional Pendidikan yang menjadi kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
Delapan standar nasional pendidikan (SNP) pada PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah tersebut meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar tenaga kependidikan, standar sarana dan prasaran, standar pengelolaan, serta standar pembiayaan.
"Ada 8 standar minimum, itu nanti jadi patokan kita. Tapi karena ini berasrama, jadi ada tambahan-tambahannya," tambahnya.
BACA JUGA:Mensos: Penyandang Disabilitas Bisa Daftar Sekolah Rakyat
Dengan menggunakan kurikulum nasional ditambah pendidikan karakter, pihaknya juga akan memberikan penyesuaian kepada para siswa.
Untuk hal ini, pihaknya juga akan menyediakan psikolog untuk memahami tentang karakter dan mental siswa.
"Maka itulah Presiden menginginkan ada semacam matrikulasi atau adaptasi, pengenalan, orientasi agar mereka nanti ketika memasuki proses belajar mengajar yang sesungguhnya, itu sudah satu frekuensi," paparnya.
Proses orientasi ini, menurutnya, memerlukan waktu cukup lama, bahkan berbulan-bulan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: