Peringkat Indonesia oleh Moody's Sukses Bertahan, OJK Akan Perkuat Stabilitas Sektor Keuangan

Peringkat Indonesia oleh Moody's Sukses Bertahan, OJK Akan Perkuat Stabilitas Sektor Keuangan

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, hasil tinjauan Moody's adalah bukti bahwa kebijakan yang kita jalankan secara konsisten mampu menjaga stabilitas di tengah dinamika global. -Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Hasil tinjauan berkala Moody's Investors Service (Moody's) yang menyatakan bahwa kesesuaian Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia pada level Baa2 dengan outlook stabil sukses mendapatkan respon dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, hasil tinjauan Moody's adalah bukti bahwa kebijakan yang kita jalankan secara konsisten mampu menjaga stabilitas di tengah dinamika global. 

“Kami berharap hasil tinjauan berkala Moody's ini semakin meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia,” ucap Mahendra kepada Disway, pada Sabtu 22 Maret 2025.

BACA JUGA:Kinerja PPKGBK Disorot, Setoran ke Negara Tak Sebanding dengan Aset

BACA JUGA:PIP Maret 2025: Cek Saldo Dana dan Status Pencairan dengan NIK dan NISN

Selain itu, Mahendra juga menyoroti bahwa Moody's juga menekankan bahwa penguatan pendapatan negara, fleksibilitas fiskal, serta pendalaman pasar keuangan merupakan faktor kunci yang dapat mendukung peningkatan peringkat kredit Indonesia di masa mendatang.

“Keberlanjutan kebijakan dalam meningkatkan daya saing sektor manufaktur dan komoditas juga dinilai memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi serta peningkatan pendapatan nasional yang lebih tinggi dan berkelanjutan,” ucapnya.

Untuk terus memperkuat stabilitas sektor keuangan, OJK terus menjalankan program prioritas tahun 2025 yaitu terus memastikan ekosistem jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan berdaya saing untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sejalan dengan upaya pendalaman pasar keuangan, OJK juga senantiasa mengambil kebijakan yang terukur sebagai langkah untuk merespons dinamika pasar terkini.

BACA JUGA:Rezeki Lebaran! 5 Saldo Dana Bansos Cair Maret 2025 Pakai NIK KTP

BACA JUGA:Hasan Nasbi Jamin Kebebasan Pers: Buktinya Ngak Ada Wartawan yang Diperkarakan

“Kepercayaan investor dan pasar adalah modal utama kita dalam melangkah ke depan,” tutur Mahendra.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads