Perang Tarif AS-China Ancam Perekonomian Global, Apa Dampaknya ke Indonesia?

Perang Tarif AS-China Ancam Perekonomian Global, Apa Dampaknya ke Indonesia?-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Dampak perang tarif dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan negara China kepada perekonomian global kini tengah menjadi hal yang patut dikhawatirkan.
Pasalnya, Indonesia sendiri juga terancam akan terkena dampak dari perang dagang tersebut.
BACA JUGA:Saham IHSG Anjlok 6%, BEI Singgung Faktor Donald Trump
Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional, Johni Martha, meskipun dampak dari kebijakan tarif tersebut saat ini belum tampak di Indonesia, namun hal tersebut hanya tinggal menunggu waktu saja.
"Yang jadi target adalah negara-negara mitra dagang yang memberikan defisit cukup signifikan bagi Amerika secara bilateral. Dan Indonesia itu berada di nomor urut 15, dengan defisit USD 14,30 miliar," jelas Johni dalam agenda Buka Bersama dan seminar bertajuk "Seminar Dampak Perang Tarif Terhadap Peluang Ekspor Indonesia", yang digelar di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, pada Selasa 25 Maret 2025.
Selain itu, sejumlah Ekonom juga turut mengungkapkan bahwa perang tarif ini juga berpotensi untuk menekan stabilitas ekonomi.
BACA JUGA:Donald Trump Tutup USAID, Menkes Budi Gunadi Ungkap Dampaknya Bagi Indonesia
Menurut Ekonom sekaligus Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, adanya fluktuasi harga komoditas global dari perang tarif ini, terutama energi dan pangan, menjadi ancaman serius bagi negara yang bergantung pada impor seperti Indonesia.
"Perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara-negara mitra dagang utama, seperti Tiongkok dan Amerika Serikat, memperburuk kondisi dengan menurunkan potensi ekspor dan investasi," ujar Achmad ketika dihubungi oleh Disway pada Rabu 26 Maret 2025.
"Ketidakpastian ekonomi global menjadi isu utama yang tidak hanya dirasakan oleh negara-negara besar tetapi juga negara berkembang seperti Indonesia. Konflik geopolitik yang terus berlanjut, seperti perang dagang antara negara-negara besar, semakin menekan stabilitas ekonomi," tambahnya.
BACA JUGA:Profil dan Rekam Jejak Donald Trump yang Resmi Jadi Presiden Ke-47 Amerika Serikat
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: