Alhamdulillah, Cekcok Bantara vs FBR di Kelapa Gading Berhasil Dimediasi: Dugaan Adu Domba Menguat

Alhamdulillah, Cekcok Bantara vs FBR di Kelapa Gading Berhasil Dimediasi: Dugaan Adu Domba Menguat

Mediasi petinggi ormas FBR, Bantara dan Petir Restoran Pulau Sentosa Sea Food, Sunter Agung, Jakarta Utara, Sabtu (29/3)-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID - Insiden bentrok antara anggota Bantara dan Forum Betawi Rempug (FBR) di kawasan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 27 Maret lalu menyimpan fakta mengejutkan.

Berdasarkan investigasi kedua belah pihak, terungkap adanya indikasi untuk memecah belah kedua ormas yang sebelumnya telah hidup rukun selama dua tahun menjaga lahan tersebut.

BACA JUGA:Buah Transformasi dan Penyehatan Bisnis, WIKA Kembali Bukukan Positif Operating Cashflow di 2024

BACA JUGA:Heboh Ormas Minta THR, Ekonom: Berdampak Buruk ke Iklim Investasi

Berdasarkan pantauan lapangan dan wawancara dengan sejumlah saksi, konflik berawal ketika seorang pengacara berinisial TS yang mengaku mewakili klien bernama Ibu Eni datang ke lokasi pada 20 Maret 2025. TS melakukan intimidasi dan berusaha mengusir para penjaga lahan.

"Saat itu kami diusir secara paksa, bahkan ada ancaman terhadap ibu-ibu dan anak-anak di lokasi," tutur Andi (38), salah seorang penjaga lahan yang enggan disebutkan nama lengkapnya.

Seminggu kemudian, tepatnya 27 Maret 2025, TS kembali dengan membawa sejumlah orang dan secara sepihak melakukan pembongkaran papan pembatas lahan.

Aksi ini memicu ketegangan yang berujung pada bentrok fisik antara penjaga lahan dengan kelompok pengacara TS, yang kemudian melibatkan oknum FBR.

BACA JUGA:Marak Ormas Minta THR, Pengamat: Bukan Hal Sepele

BACA JUGA:RUGI! Dipalak Ormas, Jasa Penukaran Uang di Tangerang Kapok Jualan

Sebelumnya pernah dilakukan adu data soal lahan tersebut tapi pihak kelompok pengacara TS tidak dapat membuktikan titik lokasi. 

FBR-Bantara Komitmen Harmonis

Fakta menarik terungkap bahwa sebelum insiden ini, Bantara dan FBR telah bekerja sama menjaga lahan tersebut selama dua tahun tanpa masalah.

Seorang anggota Bantara bahkan menempati rumah di lokasi, sementara FBR bertugas mengamankan area depan.

"Kami selalu komunikasi dengan baik. Tidak pernah ada gesekan berarti sebelumnya," jelas Budi Santoso, juru bicara Bantara Albar saat dikonfirmasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads