TNI AL Lanjutkan Pembongkaran Sisa Pagar Laut Sepanjang 5,26 Kilometer di Perairan Tangerang

TNI AL Lanjutkan Pembongkaran Sisa Pagar Laut Sepanjang 5,26 Kilometer di Perairan Tangerang

TNI AL melanjutkan pembongkaran pagar laut bambu di sepanjang 5,26 Kilometer di perairan Tangerang pada Selasa 13 Mei 2025 kemarin-Dok. Dispenal-

JAKARTA, DISWAY.ID - TNI AL melanjutkan pembongkaran pagar laut bambu di sepanjang 5,26 Kilometer di perairan Tangerang pada Selasa 13 Mei 2025 kemarin.

Namun, pembongkaran pagar laut itu sempat terhenti selama lima hari lantaran kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

BACA JUGA:Setelah Bolak-balik, Kejagung Kembali Terima Berkas Perkara Kasus Pagar Laut Tangerang

BACA JUGA:Warga Kohod Soroti Dugaan Tipikor Pagar Laut, Minta Kejagung Kembali Usut!

Dalam siaran pers resmi Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), kegiatan pada pembongkaran pagar laut Tangerang telah mencapai 24,9 KM. 

"Dari total sepanjang 30,16 KM pagar laut di wilayah Tangerang, tersisa hanya 5,26 KM lagi yang belum terbongkar," tulis siaran pers Dispenal, dikutip Kamis 15 Mei 2025. 

Adapun lokasi pembongkaran pagar laut itu dimulai dari pesisir Tanjung Pasir. Sedangkan di wilayah Kronjo kondisi cuaca angin kencang dan ombak tinggi sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pembongkaran. 

Dalam kegiatan pembongkaran ini, TNI AL mengerahkan 219 personel dari Pasmar 1, Lantamal III, dan Koarmada I yang didukung dengan alutsista seperti 10 perahu karet (PK), 1 RBB (Ranger Boat), serta 1 RHIB (Rigid-Hull Inflatable Boat). Tak hanya itu, 50 orang nelayan setempat juga turun serta membantu proses pembongkaran pagar laut ini dengan menggunakan 10 kapal nelayan.

BACA JUGA:Sulit Dicabut Manual, Pembongkaran Sisa-sisa Pagar Laut Tangerang Dikeroyok Alat Berat dan Speedboat!

BACA JUGA:Sulitnya Bambu Pagar Laut Tangerang Dicabut Gunakan Tenaga Manusia, Nelayan Ungkap Jenis Bambu

Kendala dalam pembongkaran pagar laut yang telah berdiri sejak Agustus 2024 yakni kondisi gelombang dan cuaca buruk. 

"Kendala dalam pelaksanaan pembongkaran hari ini di lapangan, seperti angin dan gelombang tinggi, keterbatasan daya tarik mesin kapal, serta pagar bambu yang banyak dipasang dua lapis," tutup Dispenal. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads