Di Tengah Gelombang PHK, Warga Cilegon Belajar Bahasa Korea dan Siap Kerja di Luar Negeri

Di Tengah Gelombang PHK, Warga Cilegon Belajar Bahasa Korea dan Siap Kerja di Luar Negeri

Saat banyak daerah di Indonesia dilanda gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), Pemerintah Kota Cilegon justru mengambil langkah progresif dengan membuka jalan bagi warganya untuk bekerja di luar negeri, khususnya Korea Selatan.--Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID — Saat banyak daerah di Indonesia dilanda gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), Pemerintah Kota Cilegon justru mengambil langkah progresif dengan membuka jalan bagi warganya untuk bekerja di luar negeri, khususnya Korea Selatan.

Lewat kerja sama dengan PT Krakatau Posco, program pelatihan Bahasa Korea resmi diluncurkan sebagai bagian dari peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.

Program ini bukan sekadar kursus bahasa biasa. Ini adalah langkah strategis untuk membekali para pencari kerja dengan keterampilan bahasa yang menjadi kunci utama dalam proses adaptasi di dunia industri global, termasuk di Korea Selatan yang dikenal memiliki pasar tenaga kerja terbuka untuk warga negara asing.

BACA JUGA:Draeger Indonesia Dukung Pemerataan Akses Kesehatan Teknologi Terbaru

MoU antara Pemkot Cilegon dan PT Krakatau Posco ditandatangani di Ruang Tamu Wali Kota Cilegon.

Program ini merupakan bagian dari komitmen sosial PT Krakatau Posco melalui Posco 1% Foundation, yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengapresiasi langkah tersebut dan menilai program ini sebagai bentuk kepedulian nyata dunia industri terhadap kualitas SDM lokal.

“Bahasa adalah kunci utama. Ketika kita bisa berkomunikasi dengan baik, kita akan mampu beradaptasi di lingkungan industri, apalagi di Cilegon yang banyak terdapat industri asing,” ujar Robinsar.

BACA JUGA:Menko Airlangga Undang Swiss untuk Berkolaborasi di Berbagai Area Strategis

Tahun ini, program akan menampung 40 peserta untuk jalur pencari kerja ke Korea.

Namun Robinsar berharap kuota itu bisa ditingkatkan hingga 100 peserta demi menjangkau lebih banyak warga Cilegon.

Dari sisi perusahaan, Presiden Direktur PT Krakatau Posco, Mr. Jung Bum-Su, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi untuk meningkatkan daya saing global masyarakat Cilegon sekaligus mempererat hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan.

BACA JUGA:Draeger Indonesia Dukung Pemerataan Akses Kesehatan Teknologi Terbaru

“Kami ingin menciptakan wadah pembelajaran yang inklusif bagi siapa pun yang tertarik dengan bahasa dan budaya Korea. Tidak hanya calon pekerja migran, tapi juga pelajar, ASN, dan masyarakat umum,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads