Mengkhawatirkan! Angka Harapan Hidup Pasien Kanker Ovarium Lebih Singkat Dibanding Kanker Lain pada Perempuan
dr.Muhammad Yusuf, Sp.OG (K) Onk, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Konsultan Onkologi dalam sesi pemaparan bahaya kanker ovarium dalam diskusi bersama AstraZeneca Indonesia. --Istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID – Kanker ovarium merupakan Kanker yang tidak bisa discreening kecuali pasiennya mengeluhkan gejala khas.
Bahkan kanker ovarium jarang terdengar atau kurang populer, karena angka harapan hidup pasiennya lebih singkat dibanding kanker perempuan lainnya seperti kanker serviks atau kanker payudara.
Setidaknya hal itu yang disampaikan oleh dr.Muhammad Yusuf, Sp.OG (K) Onk, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Konsultan Onkologi dalam sesi pemaparan bahaya kanker ovarium dalam diskusi bersama AstraZeneca Indonesia.
“Mengapa kanker ovarium jarang terdengar, karena pasiennya lebih cepat meninggal. Pasien yang sudah datang umumnya sudah menunjukkan gejala yang mengindikasikan stadium lanjut. Maka sekarang terdeteksi, bisa jadi hitungan bulan atau hanya sedikit yang bisa bertahan hidup 3 tahun ke depan. Berbeda dengan kanker serviks atau payudara yang bisa saja 5 tahun atau 10 tahun hidup dengan bebas kanker,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta.
BACA JUGA:Mengenal Operasi Whipple di Dunia Medis, Jadi Harapan Pengobatan Pasien Kanker Pankreas
Indonesia termasuk dalam 10 negara dengan jumlah kasus kanker ovarium tertinggi di dunia, dengan 15.130 kasus baru, dengan angka kematian 9.673 setiap tahunnya.
Gejala Kanker Ovarium
Gejala tidak spesifik (seperti kembung, nyeri perut ringan) sering diabaikan, menyebabkan kanker ovarium baru terdeteksi di stadium lanjut, saat terapi sudah lebih sulit dan peluang sembuh menurun.
Sebagai perusahaan biofarmasi global, AstraZeneca memiliki ambisi untuk mengeliminasi kanker sebagai penyebab utama kematian dengan turut aktif mendorong peningkatan kesadaran dan akses terhadap terapi kanker, termasuk kanker ovarium.
Sesi edukasi bertajuk “Kanker Ovarium: Bahaya Tersembunyi yang Harus Diwaspadai” diadakan untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya kanker ovarium, sekaligus menekankan pentingnya pemeriksaan dan penanganan yang tepat sebagai upaya mendukung kualitas hidup yang lebih baik bagi perempuan dan pasien kanker ovarium di Indonesia.
BACA JUGA:Inovasi RS Mandaya: Skema Khusus Pengobatan Sistemik untuk Pasien Kanker
Data Kanker Ovarium di Indonesia
Kesadaran ini penting mengingat Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022 menunjukkan bahwa kanker ovarium menempati peringkat ketiga sebagai kanker terbanyak pada perempuan di Indonesia.
Kanker ovarium epitelial menjadi jenis kanker ovarium paling umum terjadi yang berkembang pada jaringan epitel, yaitu lapisan tipis yang menutupi bagian luar ovarium.
Indonesia termasuk dalam 10 negara dengan jumlah kasus kanker ovarium tertinggi di dunia, dengan 15.130 kasus baru setiap tahunnya.
Angka ini mencerminkan masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat mengenai kanker ovarium, serta terbatasnya edukasi seputar faktor risikonya. Melihat kondisi tersebut, sangat penting bagi kita untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran akan kanker ovarium, termasuk pemahaman terhadap ancamannya dan edukasi kepada masyarakat, terutama perempuan, mengenai pentingnya deteksi dini kesehatan reproduksi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: