Di KSTI 2025, Sri Mulyani Bangga Indonesia Kini Miliki 3.363 Lulusan Kampus Top Dunia: Dulu Minder, Sekarang Bangga

Di KSTI 2025, Sri Mulyani Bangga Indonesia Kini Miliki 3.363 Lulusan Kampus Top Dunia: Dulu Minder, Sekarang Bangga

Sri Mulyani di Konvensi Sains dan Teknologi Indonesia (KSTI) 2025 --Kemendiktisaintek

JAKARTA, DISWAY.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan rasa bangganya atas capaian Indonesia yang kini memiliki 3.363 alumni dari kampus-kampus terbaik dunia, seperti Harvard, Oxford, Cambridge, hingga MIT.

Hal ini ia sampaikan saat memberikan sambutan di pembukaan Konvensi Sains dan Teknologi Indonesia (KSTI) 2025 yang digelar di ITB, Bandung.

Dalam pidatonya, Sri Mulyani menilai KSTI adalah inisiatif yang sangat “tepat waktu” (timely), mengingat dunia kini didominasi oleh kemajuan teknologi.

“IQ para peneliti kita, orang-orang pintar Indonesia, itu setara dengan IQ siapa pun di dunia, termasuk Pak Brian (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi). Dunia hari ini dikuasai oleh teknologi. Investasi di bursa AS, semuanya berbasis teknologi, dan dari situlah nilai tambah dan kesejahteraan lahir,” ungkap Sri Mulyani.

BACA JUGA:KSTI 2025 Dibuka, Menteri Brian dan Sri Mulyani: Peneliti Jadi Motor Penggerak Transformasi Teknologi RI

Sri Mulyani menyoroti pergeseran geopolitik yang tengah berlangsung, di mana negara-negara saling bersaing untuk menciptakan hegemoni dan pengaruh, baik secara ideologis maupun pragmatis.

Dalam konteks ini, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi “ajang perebutan” kekuasaan global.

“Kita ini negara besar, baik dari sisi geografis maupun lokasi strategis. Mau jadi pelaku atau cuma jadi arena persaingan? Kalau ingin jadi pelaku, maka kita yang harus menyiapkan. Elit intelektual punya tanggung jawab besar di tengah sentimen global ini,” tegasnya.

BACA JUGA:KSTI 2025 Dibuka, Menteri Brian dan Sri Mulyani: Peneliti Jadi Motor Penggerak Transformasi Teknologi RI

LPDP Cetak Ribuan Lulusan Dunia

Sri Mulyani menjelaskan bahwa negara telah mengalokasikan 20 persen dari APBN tahun 2025—setara Rp750 triliun—untuk sektor pendidikan.

Alokasi tersebut diperuntukkan bagi penguatan ekosistem pendidikan nasional, mulai dari madrasah, sekolah negeri-swasta, guru honorer, hingga profesor dan peneliti.

Salah satu program strategis yang digerakkan adalah pendanaan abadi pendidikan yang saat ini telah mencapai Rp154,1 triliun. Program ini mencakup:

Dana abadi riset: Rp12,29 triliun

Dana abadi perguruan tinggi: Rp10 triliun

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads