Negosiasi Traktat Polusi Plastik PBB Gagal Sepakat di Jenewa 2025
Desakan agar Asia Tenggara memprioritaskan kesehatan dalam perjanjian plastik.-AZWI-
Mikroplastik yang kini ditemukan dalam tubuh manusia dan lingkungan yakni termasuk air, udara, dan makanan, telah dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti infertilitas, diabetes, dan kanker.
Masyarakat sipil global, termasuk AZWI dan organisasi seperti Break Free From Plastic, menggelar aksi damai di Place des Nations, Jenewa, pada 4 Agustus 2025.
Mereka menyerukan perjanjian yang berpihak pada lingkungan dan kesehatan manusia, bukan kepentingan industri.
“Negosiasi ini harus menjadi momentum terakhir untuk mengakhiri polusi plastik, bukan malah mempercepat kepunahan makhluk hidup,” tegas Yuyun Ismawati dari Nexus3 Foundation.
"Kami mendesak para delegasi untuk mengingat mandatnya, yaitu mengakhiri polusi plastik dan melindungi kesehatan manusia serta lingkungan, di sepanjang siklus hidup plastik,” imbuh Yuyun dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/8).
BACA JUGA:Warga Ukraina Was-Was Jelang KTT Alaska: Putin Akan Membohongi Trump
Yuyun menyatakan bahwa dunia tidak bisa lagi melanjutkan produksi dan konsumsi plastik yang tidak berkelanjutan.
Menurutnya, satu-satunya cara untuk mengatasi krisis ini adalah dengan membatasi produksi plastik, mengendalikan penggunaan bahan kimia beracun, serta mengurangi subsidi bagi produsen plastik.
Krisis polusi plastik, yang kini menjadi bagian dari Triple Planetary Crisis bersama perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati, menuntut tindakan segera.
Negara-negara diminta meninjau kembali strategi mereka, dengan fokus pada pengurangan produksi, sistem penggunaan kembali (reuse), dan penghapusan bahan kimia berbahaya.
Sementara itu, masyarakat sipil terus mendorong tekanan publik melalui kampanye dan aksi untuk memastikan perjanjian yang efektif di masa depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: