Menkes Bilang Kematian Dik Raya 'Sukabumi' Bukan Karena Cacingan, Lalu Apa?

Menkes Bilang Kematian Dik Raya 'Sukabumi' Bukan Karena Cacingan, Lalu Apa?

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan klarifikasi penting terkait penyebab meninggalnya seorang anak bernama Raya-Disway.id/Hasyim Ashari-

JAKARTA, DISWAY.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan klarifikasi penting terkait penyebab meninggalnya seorang anak bernama Raya.

Budi menegaskan bahwa penyebab kematian Raya bukan karena cacingan, melainkan infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh.

BACA JUGA:Usai Temui Trump, Putin Diam-diam Kunjungi Pusat Nuklir di Sarov, Ada Apa?

BACA JUGA:Bisakah Infeksi Cacingan yang Didalami Raya Menjalar Sampai ke Otak? Simak Penjelasan Dokter Ahli

Pernyataan ini meluruskan dugaan awal yang beredar di masyarakat dan media sosial, yang menyebutkan bahwa kematian Raya disebabkan oleh infeksi cacing yang tidak tertangani.

Dalam konferensi persnya, Menkes Budi menjelaskan bahwa hasil investigasi tim medis menunjukkan Raya mengalami infeksi bakteri yang parah. Bakteri tersebut masuk ke dalam aliran darah dan menyebar ke organ-organ vital, mengakibatkan kegagalan fungsi organ. Kondisi ini dalam dunia medis dikenal sebagai sepsis.

BACA JUGA:Kenali Bahaya Cacingan pada Anak Berkaca Kasus Raya, Maut Mengintai saat Menyebar ke Otak

"Raya meninggal bukan karena cacingan, tetapi karena infeksi yang menyebar ke seluruh tubuhnya," kata Menkes Budi, dikutip Minggu, 24 Agustus 2025.

"Selama tiga bulan, dia batuk berdahak tanpa henti, tubuhnya melemah, sehingga bakteri menyebar ke seluruh tubuh. Itu yang disebut sepsis," sambungnya

Meski ditemukan lebih dari satu kilogram cacing gelang dalam tubuh korban, Menkes menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan penyebab utama kematian, melainkan hanya memperparah kesehatan anak tersebut.

Imbauan untuk Masyarakat

Menanggapi kasus ini, Menkes Budi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala infeksi pada anak.

BACA JUGA:Heboh Seruan Demo 25 Agustus Besok di DPR, Siapa Penanggung Jawabnya?

Demam tinggi, lesu, dan napas cepat merupakan beberapa tanda awal infeksi yang tidak boleh diabaikan. Ia juga mengingatkan pentingnya pengobatan yang tepat waktu dan berdasarkan diagnosis dokter, bukan asumsi pribadi atau informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

"Jangan menunda untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan jika ada gejala yang tidak biasa. Diagnosis dini sangat krusial untuk mencegah infeksi berkembang menjadi kondisi yang lebih parah," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads