Turki Aktifkan Proyek Steel Dome, Sistem Pertahanan Udara Baru Penantang Iron Dome Israel

Turki Aktifkan Proyek Steel Dome, Sistem Pertahanan Udara Baru Penantang Iron Dome Israel

Turki mengenalkan sistem pertahanan udara Steel Dome.-ist-

ANKARA, DISWAY.ID-- Turki tampaknya tak main-main memperkuat kekuatan militernya. Pemerintahannya resmi mengumumkan pengaktifan proyek ambisius bernama “Steel Dome”, sebuah sistem pertahanan udara berlapis yang digadang-gadang menjadi penantang langsung Iron Dome milik Israel.

Steel Dome dirancang sebagai payung pertahanan multi-layer untuk melindungi wilayah udara Turki dari ancaman roket jarak pendek, rudal balistik, drone kamikaze, hingga serangan udara konvensional.

Proyek ini disebut melibatkan industri pertahanan dalam negeri, termasuk raksasa teknologi ASELSAN, Roketsan, dan Turkish Aerospace Industries (TAI).

BACA JUGA:Demi Magnet, Trump Ancam Beri Tarif 200 Persen Jika Tak Bagi ke AS

Menurut laporan resmi, Steel Dome mengintegrasikan berbagai sistem:

  • Hisar A+ dan Hisar O+, rudal pertahanan jarak pendek hingga menengah
  • Siper, sistem jarak jauh yang baru diuji coba dengan jangkauan hingga 150 km
  • Radar AESA buatan lokal untuk deteksi cepat dan presisi
  • Jaringan komando berbasis AI yang memungkinkan respon otomatis terhadap ancaman simultan

Latar Belakang: Ancaman Regional

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, mulai dari konflik di Suriah, ketidakpastian di Laut Hitam, hingga rivalitas dengan Yunani di Mediterania Timur.

“Turki harus memiliki tameng udara sendiri. Steel Dome adalah jawaban atas kebutuhan itu,” ujar Kepala Badan Industri Pertahanan Turki, Haluk Gorgun, belum lama ini.

BACA JUGA:Pasca Panas Perbatasan Indonesia-Timor Leste hingga Warga NTT Tertembak, TNI-Polri Respons Cepat

Media internasional segera membandingkan Steel Dome dengan Iron Dome milik Israel yang sudah terbukti efektif mencegat ribuan roket Hamas. Bedanya, Steel Dome dirancang lebih modular dan fleksibel, dengan kemampuan menjangkau ancaman jarak lebih jauh.

“Bukan sekadar meniru Iron Dome, tetapi menghadirkan sistem yang bisa beroperasi dalam spektrum ancaman lebih luas,” kata seorang analis pertahanan Turki.

Steel Dome menjadi bagian dari Visi Turki 2030 untuk mandiri dalam industri militer. Selain UAV Bayraktar yang sudah mendunia, Ankara ingin memastikan pertahanan udaranya tidak bergantung pada Barat.

Dengan mengaktifkan Steel Dome, Turki tampaknya resmi bergabung ke dalam klub elite negara dengan sistem pertahanan udara berlapis canggih. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads