Contract Farming, Jaga Ketahanan Pangan Jakarta

Contract Farming, Jaga Ketahanan Pangan Jakarta

Keterbatasan lahan pertanian di Ibu Kota membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan strategi baru dalam swasembada pangan, salah satunya melalui contract farming dengan sejumlah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Jakarta maupun di bebe-Dok.Pemprov DKI Jakarta-

Dengan demikian, terwujud kesejahteraan yang adil dan merata bagi kedua daerah.

PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) menargetkan penanaman padi seluas 589 hektar di Kabupaten Karawang dengan jumlah panen 1.546 ton.

Tahun 2025, BUMD bidang pangan ini juga menargetkan contract farming di lahan seluas 7.500 hektar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. 

BACA JUGA:Pramono Resmikan Gereja di Lubang Buaya: Saya Gubernur bagi Semua Agama

BACA JUGA:Atasi Macet Horor, Pramono Minta Proyek Galian di TB Simatupang Rampung Oktober!

Contract farming juga dilakukan PT Food Station Tjipinang Jaya dengan Gapoktan Rorotan Jaya, Jakarta Utara di lahan seluas 235 hektar.

Kerja sama ini ditandai dengan penanaman padi varietas unggul Inpari 32 dan penyerahan bantuan berupa lima unit sprayer dan 750 kilogram pupuk.

Hadir di acara penandatangan kerja sama tersebut, antara lain Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat, dan Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok.

Suharini Eliawati mengatakan, kerja sama contract farming dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo dan Gubernur Pramono untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Pemprov DKI Jakarta berupaya untuk melakukan intensifikasi atas lahan-lahan pertanian yang ada di DKI Jakarta melalui Dinas KPKP,” ujarnya, seperti dikutip beritajakarta.id. 

BACA JUGA:Insentif RT-RW Jakarta Naik 25 Persen Mulai Oktober, Rano: Sudah Masuk dalam APBD-P

BACA JUGA:Gak Perlu Lompat Pagar Lagi, Pemprov DKI akan Uji Coba Pelican Crossing di Stasiun Cikini

Menurut Eli, Jakarta saat ini memiliki lahan baku sawah di tiga wilayah yakni Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. Lahan itu kini juga dikembangkan untuk agro wisata. 

Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat memberikan apresiasi kepada Food Station dan Gapoktan Rorotan Jaya.

“Saya berharap melalui kerja sama ini dapat meningkatkan produktivitas dengan target tujuh ton per hektar,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads