Contract Farming, Jaga Ketahanan Pangan Jakarta

Contract Farming, Jaga Ketahanan Pangan Jakarta

Keterbatasan lahan pertanian di Ibu Kota membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan strategi baru dalam swasembada pangan, salah satunya melalui contract farming dengan sejumlah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Jakarta maupun di bebe-Dok.Pemprov DKI Jakarta-

BACA JUGA:Cek Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Sabtu 13 September: BMKG Prediksi Berawan!

BACA JUGA:Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 13 September 2025, Buruan Perpanjang!

Buktinya, inflasi pangan di Jakarta lebih stabil ketimbang daerah produsen seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan provinsi lainnya.

"Sampai hari ini, secara nasional inflasi yang bersumber dari pangan itu masih besar. Nah, DKI itu dengan memastikan pasokan sehingga harganya relatif, tidak bergejolak, itu inflasinya relatif terkendali," kata Khudori saat dikonfirmasi.

Inflasi harga kebutuhan pokok juga terjaga karena ada program pangan murah bagi masyarakat prasejahtera yang digagas Pemprov DKI Jakarta.

Menurutnya, melalui manajemen pasokan dan cadangan, DKI sukses menstabilkan inflasi sektor pangan melalui program pangan bersubsidi.

Khudori juga mengapresiasi contract farming yang terbukti sukses memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang stabil.

BACA JUGA:Waspada Banjir! BMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan Lebat Selama Dua Hari

BACA JUGA:Pramono Bakal Undang Prabowo saat Uji Coba Operasional RDF Rorotan

"Pada dasarnya, sebagai daerah atau provinsi konsumen itu kan harus memastikan ada pasokan yang kontinyu," ujarnya.

Jakarta mirip dengan Singapura yang hampir tidak memiliki produksi pertanian.

Namun, merujuk pada riset yang dikeluarkan Global Food Security Index (GFSI), Singapura memiliki ketahanan pangan yang cukup baik dibanding negara-negara agraris. 

"Jadi terlepas dari pangan itu dari mana pun. Termasuk Jakarta, pangan itu dari provinsi mana pun yang penting ketersediaan terjaga," pungkas Khudori.

Secara terpisah, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo meminta agar contract farming disertai pengawasan yang ketat agar kualitas pangan dan harga terjangkau dapat terjaga. 

BACA JUGA:DPRD DKI Bakal Konsultasi ke Mendagri terkait Pengurangan Tunjangan Rumah Rp70 Juta

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads