Rusia Tingkatkan Serangan ke Ukraina, Rudal Hipersonik Sasar Pabrik Senjata dan Infrastruktur Energi

Rusia Tingkatkan Serangan ke Ukraina, Rudal Hipersonik Sasar Pabrik Senjata dan Infrastruktur Energi

Ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali memuncak setelah Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan serangan besar-besaran yang dilancarkan terhadap fasilitas produksi senjata dan infrastruktur energi milik Ukraina.--Sputnik / Russian Defense Ministry

JAKARTA, DISWAY.ID – Ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali memuncak setelah Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan serangan besar-besaran yang dilancarkan terhadap fasilitas produksi senjata dan infrastruktur energi milik Ukraina.

Serangan ini dilakukan pada malam hari dan melibatkan berbagai jenis senjata presisi tinggi, termasuk rudal hipersonik Kinzhal dan drone serang.

Dalam pernyataan resminya pada Minggu 6 Oktober 2025, Kementerian Pertahanan Rusia menyebut bahwa serangan tersebut menggunakan peluncuran rudal dari darat, laut, dan udara, yang diarahkan ke target-target strategis yang berkaitan dengan industri militer Ukraina.

"Tujuan dari serangan telah tercapai. Semua target yang telah ditentukan berhasil dihantam," ujar pihak Kementerian Pertahanan Rusia dilansir dari RT.

BACA JUGA:Aura Positif Membara! Sumardji Ungkap Suasana Timnas Jelang Laga Krusial Lawan Arab Saudi dan Irak

Sebelumnya, sejumlah saluran Telegram Ukraina melaporkan rentetan serangan rudal dan drone di berbagai wilayah termasuk Sumy, Kharkov, Ivano-Frankovsk, Vinnitsa, Poltava, Chernigov, dan Odessa.

Wilayah Lviv yang berbatasan langsung dengan Polandia juga menjadi salah satu yang paling terdampak, dengan laporan sedikitnya 25 fasilitas terkena serangan, menjadikannya salah satu serangan paling intens sejak eskalasi perang pada Februari 2022.

BACA JUGA:Manchester United Resmi Boyong Gelandang Kolombia Berusia 17 Tahun, Ruben Amorim Setujui Transfer Rp14,7 M

Sasar Infrastruktur Energi

Serangan tersebut diklaim Moskow menyasar secara spesifik fasilitas industri militer Ukraina dan jaringan energi yang menopangnya.

Kementerian Energi Ukraina mengonfirmasi bahwa beberapa wilayah mengalami pemadaman listrik akibat serangan ini, dan proses pemulihan masih berlangsung.

Meski serangan ini memicu kecaman internasional, Rusia tetap bersikukuh bahwa operasi militernya hanya ditujukan pada sasaran militer, termasuk posisi pasukan, gudang senjata, dan fasilitas penyimpanan bahan bakar.

Moskow juga menegaskan bahwa mereka tidak pernah menargetkan warga sipil atau infrastruktur non-militer.

BACA JUGA:Vaksin Kanker Asal Rusia Dapat Tangani Kanker Usus Besar, Kemenkes: Dongkrak Harapan Hidup Penderita

Rusia menyatakan bahwa aksi ini merupakan respons atas serangan drone yang diluncurkan Ukraina ke wilayah Rusia, yang menurut Moskow telah menyasar infrastruktur energi dan area permukiman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads