Pembahasan Panja BPIH, Wamenhaj Pastikan Biaya Haji 2026 Turun

Pembahasan Panja BPIH, Wamenhaj Pastikan Biaya Haji 2026 Turun

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak di Komplek DPR RI, Jakarta.-Fajar Ilman-

JAKARTA, DISWAY.ID Pemerintah Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah memulai pembahasan intensif Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk tahun 2026.

Fokus utama dari pembahasan ini adalah penentuan nominal biaya yang akan dibebankan langsung kepada calon jemaah haji, atau yang dikenal masyarakat sebagai "ongkos naik haji."

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa pembahasan BPIH ini menjadi prioritas.

BACA JUGA:Prabowo Ingin Biaya Haji Terus Turun, Pangkas Masa Tunggu

"Ini mau membahas Panja Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), fokusnya persiapan penentuan apa namanya singkatnya untuk publik itu ongkos naik haji lah. Hari ini BPIH. Itu aja. Fokusnya di situ,” kata Dahnil di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (27/10/2025).

Meskipun besaran pasti biaya haji 2026 masih dalam pembahasan dan belum dapat diungkapkan ke publik, Dahnil memberikan sinyal jelas mengenai tren yang akan diambil oleh pemerintah.

"Iya iya yang jelas perintah presiden harus diturunkan, kita akan fokus pada poin itu," tegas Dahnil, merujuk pada arahan Presiden yang menjadi pedoman utama dalam penetapan biaya.

Proses penetapan BPIH akan dilakukan bersama DPR melalui Panja Komisi VIII. “Nanti lihat aja. Kami ngajuin, nanti akan dibahas bareng-bareng dengan DPR melalui Panja,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, menargetkan keputusan BPIH 2026 dapat segera rampung pada November 2025.

BACA JUGA:KPK Sudah Periksa 300 Travel terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji, Hasilnya?

Percepatan penetapan ini dianggap krusial agar jemaah calon haji reguler dapat segera melunasi biaya dan memiliki waktu persiapan yang lebih panjang.

Indonesia dipastikan kembali mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 orang dari Pemerintah Arab Saudi, yang terbagi atas 203.320 kuota reguler dan 17.680 kuota haji khusus.

"Sehingga calon jemaah kita bisa segera melunasinya, kemudian semua persiapan akan segera berjalan," kata Irfan beberapa waktu lalu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads