Puluhan Siswa Diduga Alami Keracunan, MBG di SDN Meruya Selatan Disetop Sementara
Pihak Sekolah SDN Meruya Selatan 01, Kembangan, Jakarta Barat, memutuskan menyetop sementara MBG imbas keracunan puluhan siswa-Disway.id/Candra Pratama-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Puluhan siswa di SDN Meruya Selatan 01, Kembangan, Jakarta Barat, diduga mengalami kejadian luar biasa (keracunan) usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) pada Rabu, 29 Oktober 2025.
Akibat adanya dugaan insiden tersebut, program MBG di SDN Meruya Selatan 01 dihentikan sementara.
BACA JUGA:Dompet Dhuafa Raih Penghargaan Lembaga Penggerak UMKM Indonesia dari IPEMI
BACA JUGA:IPC TPK Jadi Garda Kesiapan Operasional Alat Pemindai Petikemas Melalui Penandatanganan BCP
Hal itu dikonfirmasi oleh Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) bidang Kesiswaan SDN Meruya Selatan 01, Nursyamsiyah, saat ditemui di lokasi, Senin, 3 November 2025.
"Jadi untuk sementara itu (program MBG) memang diberhentikan kurang lebih 10 hari, seperti itu. Sambil kita menunggu keputusan penyelidikan," kata Nur--sapaan karibnya, Senin.
Meski begitu, pihak sekolah belum dapat memastikan bahwa kejadian ini murni keracunan. Sebab, hasil uji laboratorium belum diterima.
"Kita kan dalam proses penyelidikan, jadi sampai saat ini kita juga tidak bisa memvonis itu keracunan atau tidak, karena memang hasil belum kami terima sampai hari ini," jelasnya.
BACA JUGA:KPAI Surabaya: Garda Terdepan dalam Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi
BACA JUGA:Menkeu Purbaya Tegaskan: Risiko Meningkat, Stabilitas Keuangan Tetap Aman
Diketahui, MBG di SDN Meruya Selatan 01 dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Meruya Selatan--yang mendistribusi 4 sekolah: SDN Meruya Selatan 01, MIN 19 Jakarta Barat dan MAN 10 Jakarta.
Nur menuturkan, tidak ada laporan insiden serupa di tiga sekolah lain yang dilayani oleh SPPG Meruya Selatan. Hanya murni di sekolahnya saja.
Terakhir, dia berharap, jika program MBG tetap dilanjutkan di sekolahnya, pihak SPPG dapat memperketat kualitas makanan.
"Ya harapan kami sih kalau misalkan memang ini masih dilanjutkan, ya kami berharap mungkin lebih ketat lagi untuk seleksi menu seperti apa, terus untuk dicek kembali seperti itu," harapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: