Omset Perajin Telur Asin Melesat hingga 3.000-4.000 Persen Berkat Program MBG

Omset Perajin Telur Asin Melesat hingga 3.000-4.000 Persen Berkat Program MBG

Omset perajin telur asin Yayak Surayak melonjak sejak adanya Program -Dok.BGN-

Jika telur asin yang dijual di pasar umum biasanya memerlukan waktu 12 sampai 15 hari untuk pengasinan, telur asin untuk MBG hanya memerlukan waktu 7 sampai 8 hari.

“Waktu pengasinannya lebih cepat, supaya tidak terlalu asin,” kata Yayak.

Dengan bertambahnya permintaan telur asin dari beberapa dapur MBG di Kecamatan Sumber Sari, Yayak mulai berpikir untuk menyiapkan stok telur yang lebih banyak.

Karena itu dia kini mulai memperbesar kandang dan menambah jumlah itik yang dipeliharanya.

BACA JUGA:Gempa M5,8 Guncang Jailolo Maluku Utara, Terasa Hingga Manado

BACA JUGA:Mendagri: 106 Ribu Pakaian Baru Akan Disalurkan ke Warga Terdampak Bencana di Sumatra

“Kita tambah bebeknya, kita kembangkan usaha peternakannya dulu,” ujarnya.

Karena peningkatan omset penjualan telur itik yang dia rasakan, Yayak sangat berharap agar program MBG terus berlanjut.

“Sebab, perajin kecil seperti saya ini sangat terbantu, karena omsetnya naik sampai 3000 persen, perputarannya cepat, dan sampai ke kami-kami ini. Selain itu, banyak warga yang bisa bekerja,” kata lelaki itu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads