Gen Z dan Pilihan Childfree: Antara Realitas Hidup dan Finansial
Pandangan itu, sekaligus menandai pergeseran nilai dari anggapan lama banyak anak banyak rezeki.-Ilustrasi-
Soal masa tua, ia pun tak sepenuhnya sejalan dengan pandangan tradisional yang menempatkan anak sebagai andalan di hari tua.
Ia merasa tanggung jawab hidup di hari tua seharusnya dipersiapkan sejak sekarang, bukan dibebankan kepada generasi berikutnya.
"Aku nggak merasa masa tuaku itu harus ditanggung anakku gitu. Lebih baik aku yang bekerja keras sekarang ketika aku masih bisa bekerja dan menabung untuk masa tua gitu," imbuhnya.
Saat ini, Riri masih mengandalkan jaminan pensiun seperti BPJS Ketenagakerjaan, sembari mulai menyusun rencana cadangan.
Kesadaran itu muncul seiring bertambahnya usia dan ketidakpastian ekonomi yang kian terasa.
"Kayak aku merasa aku harus punya backup plan untuk bisa memastikan aku nih di masa depan seperti apa gitu. Udah mulai mikir lah gitu kayak oh harus lo nabung gitu," urainya.
"Harus lo investasi gitu. Lebih ke fokus ke situ sih untuk sekarang gitu. Gimana caranya tetap survive indis ekonomi gitu ya. Ketimbang mikirin harus membiayain satu jiwa lagi yang takutnya malah nanti bikin keteteran semua gitu," tambah Riri.
Saat ditanya apakah keputusan childfree merupakan bentuk protes halus terhadap kondisi dunia, mulai dari isu ekonomi hingga lingkungan, ia menampiknya.
Menurut Riri, pilihan tersebut murni bersifat personal dan realistis. Bukan sikap ideologis.
"Aku tau kondisinya seperti ini dan kondisi aku seperti apa, aku merasa ini bagian dari pilihan personal aku aja gitu untuk gak langsung punya anak," ucapnya.
"Jadi kayak antara gak langsung punya anak sama bener-bener child free kayak gak yang ngebet banget punya anak sekarang," sambungnya.
Pasangan Muda Lebih Hati-hati Putuskan Punya Anak
Turunnya angka kelahiran di Indonesia, semakin banyak generasi Gen Z dan Milenial yang memilih menunda memiliki anak, bahkan sebagian memilih childfree.
Keputusan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama kesiapan finansial dan stabilitas karier.
Lutfia (27), yang baru menikah pada Oktober 2025, mengungkapkan bahwa pandangan lama tentang 'banyak anak, banyak rezeki' mulai dipertanyakan oleh generasi saat ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: