Gen Z dan Pilihan Childfree: Antara Realitas Hidup dan Finansial
Pandangan itu, sekaligus menandai pergeseran nilai dari anggapan lama banyak anak banyak rezeki.-Ilustrasi-
Angka kelahiran tersebut mengalami penurunan ketimbang periode yang sama pada tahun 2024 yang sebanyak 96.746 jiwa.
"Dibandingkan kelahiran tahun 2024, mengalami penurunan," kata Denny saat dikonfirmasi.
Tak hanya angka kelahiran yang menurun. Jumlah kematian di Jakarta juga mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Pada periode Januari sampai November tahun 2024, tercatat di Adminduk sebanyak 53.991 orang yang meninggal dunia.
Sementara pada periode yang sama tahun 2025, jumlah kematian di Jakarta tercatat sebanyak 53.349 jiwa.
"Angka kelahiran atau kematian di Jakarta mengalami penurunan," pungkasnya.
Salah seorang warga Menteng, Jakarta Pusat, ARS (27) hingga kini belum dikaruniai keturunan setelah hampir 5 tahun menikah.
Padahal kata wanita yang berprofesi sebagai guru di sekolah SMA swasta tersebut, dirinya bersama suami sudah memeriksakan kesuburan di fasilitas kesehatan terdekat.
Dari hasil tes kesuburan itu, ARS dan suaminya dinyatakan dalam kondisi normal. ARS menegaskan dirinya bersama suami tidak pernah berfikir untuk menunda mempunyai momongan.
"Hasilnya normal sih. Gak pernah kepikiran buat nunda punya anak. Tapi memang belum dikasih aja kali ya. Belum rezeki mungkin," kata ARS
ARS bersama suami pun berencana menjalani program hamil (promil) tahun ini. Dia berharap bisa dikaruniai anak secepat mungkin.
"Semoga kalau ada rezeki pengen promil tahun ini lah," pungkasnya.*
Reporter: Candra Pratama, Fajar Ilman, Cahyono
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: