Ancaman Siber Makin Canggih, Synology Ungkap Kesalahan Fatal Perlindungan Data Perusahaan

Ancaman Siber Makin Canggih, Synology Ungkap Kesalahan Fatal Perlindungan Data Perusahaan

Ransomware Mengintai Bisnis Digital, Ini Strategi Perlindungan Data yang Harus Segera Dibenahi---Synology

Memiliki backup tidak otomatis menjamin data aman. Jika salinan data masih bisa diakses atau dienkripsi oleh penyerang, maka risiko kehilangan data tetap besar. Banyak organisasi masih mengandalkan satu salinan backup tanpa lapisan perlindungan tambahan.

“Bayangkan serangan ransomware yang tidak hanya menyerang sistem utama, tetapi juga backup. Banyak perusahaan baru menyadari celah ini ketika satu-satunya salinan data bersih sudah tidak bisa digunakan,” ungkap Clara.

Oleh karena itu, penerapan immutable backup, penyimpanan off-site, serta pengujian pemulihan data secara rutin menjadi langkah penting. Solusi modern kini telah mengintegrasikan teknologi seperti air-gapped repositories, backup yang tidak dapat diubah, serta verifikasi pemulihan otomatis untuk memastikan proses restore berjalan andal saat dibutuhkan.

BACA JUGA:Jorge Lorenzo Blak-blakan Pensiun Dini dari MotoGP Gegara Tekanan Batin

Red Flag #4: Akses Data Kritis yang Terlalu Longgar

Seiring bertambahnya jumlah karyawan dan mitra kerja, akses ke data sensitif sering kali meluas tanpa pengaturan yang ketat. Kondisi ini meningkatkan risiko kebocoran data internal, baik yang disengaja maupun tidak.

“Pembatasan hak akses adalah kunci utama untuk meminimalkan risiko kebocoran data. Tidak semua orang perlu memiliki akses ke data yang bersifat kritis,” tegas Clara. Penerapan kontrol akses berbasis peran dan autentikasi yang kuat menjadi fondasi penting dalam memperkuat keamanan sistem secara menyeluruh.

Menatap 2026: Ketahanan Data Jadi Prioritas Utama

Menjelang tahun 2026, Clara memprediksi perusahaan di Indonesia akan semakin beralih ke strategi perlindungan data yang terintegrasi, otomatis, dan dapat diverifikasi. Fokus keamanan tidak lagi semata-mata pada pencegahan serangan, tetapi pada kemampuan bisnis untuk pulih dan kembali beroperasi secepat mungkin setelah insiden terjadi.

Sepanjang 2025, Synology terus aktif mengedukasi pasar Indonesia untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan data. Menurut Clara, ancaman siber berkembang dengan sangat cepat dan membutuhkan kesiapan berkelanjutan.

“Inilah komitmen yang terus kami dorong melalui Synology ActiveProtect serta kehadiran kami yang konsisten di pasar Indonesia,” tutupnya.

Dengan mengenali dan mengatasi berbagai red flags keamanan data sejak dini, perusahaan dapat memperkuat ketahanan operasional sekaligus menjaga kepercayaan pelanggan di tengah lanskap digital yang semakin kompleks.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads