Ketika Ahli Kanker Terkena Kanker Payudara, dari Dokter Jadi Pasien
Namanya Dr. Sue Hwang, seorang ahli kanker atau onkolog di Orlando, Florida. Ia divonis mengidap kanker payudara. --Business Insider
Setelah menjalani beberapa operasi, termasuk mastektomi bilateral, kemoterapi, radioterapi, dan terapi hormon, Hwang kini berada dalam masa remisi.
Kini berusia 48 tahun, ia bersiap menerbitkan memoar terbarunya berjudul “From Both Sides of the Curtain: Lessons and Reflections from an Oncologist's Breast Cancer Journey”, yang akan tersedia pada 20 Januari.
BACA JUGA:Mayoritas Terlambat! 2 dari 3 Wanita Indonesia Terdeteksi Kanker Serviks di Stadium Akhir
Menjadi seorang pasien membuatnya belajar menerima kerentanan dan, menurutnya, justru menjadikannya dokter yang lebih baik.
“Dengan lebih terbuka kepada orang lain tentang perjuangan saya, itu membantu proses penyembuhan karena saya menyadari bahwa saya tidak sendirian. Semua orang sedang berjuang, dan dengan mengakuinya, kita jadi lebih manusiawi. Pasien pun jadi bisa lebih terhubung dengan saya,” ujarnya.
BACA JUGA:Jangan Takut Lakukan USG dan Mammografi, Kanker Payudara Bisa Diobati
Dari dokter menjadi pasien
Hwang mengatakan reaksi pertamanya saat menerima diagnosis adalah ketakutan untuk menyampaikan kabar itu kepada ketiga putranya, yang saat itu berusia 15, 13, dan 11 tahun.
“Saya hanya memikirkan anak-anak saya dan berpikir, ‘Ya Tuhan, apa yang akan terjadi jika ini membunuh saya?’” katanya.
Berbeda dengan kebanyakan pasiennya, Hwang tahu apa yang bisa diharapkan dari perawatan dan bagaimana memahami prognosisnya.
Kasus kanker payudara memang meningkat, tetapi penyakit ini sangat dapat diobati, terutama jika terdeteksi sejak dini.
BACA JUGA:Pengidap Kanker Payudara Ternyata Sering Ditemukan Tak Sengaja saat MCU, Begini Pengalaman Dokter
Hal ini sangat kontras dengan jenis kanker lain: misalnya, kanker pankreas memiliki tingkat kelangsungan hidup lima tahun sekitar 12%.
Pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa kanker Hwang lebih luas dari yang diperkirakan.
Dokter-dokternya, yang juga merupakan teman dan koleganya, memberinya peluang bertahan hidup sebesar 85%.
Secara teori, angka itu sangat menjanjikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: