PPIH 2026 Matangkan Satuan Operasional Armuzna, Ada Skema Murur dan Tanazul

PPIH 2026 Matangkan Satuan Operasional Armuzna, Ada Skema Murur dan Tanazul

Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid, memberikan arahan tegas dalam Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (21/1).-MCH-

Skema Tanazul yaitu mengingat kapasitas tenda Mina yang terbatas, sebagian jemaah akan dikembalikan ke hotel di wilayah Syisyah dan Raudhah (dekat Kakbah) setelah melontar jumrah, alih-alih menginap di tenda.

BACA JUGA:Siapkan Media Center Haji 2026, Kemenhaj Gembleng Puluhan Jurnalis di Pondok Gede

Monitoring bus jalur murur akan diperketat di lima pos berbeda guna memastikan arus kendaraan tidak tersendat. "Ini implementasi UU No. 8 Tahun 2019. Fokus kita adalah perlindungan jemaah secara menyeluruh," tambahnya.

Satu hal yang menarik, Harun melarang keras petugas mengenakan kain ihram secara sembunyi-sembunyi saat bertugas di puncak haji. Seluruh petugas wajib mengenakan seragam dinas untuk menjaga psikologis jemaah.

"Tidak ada lagi petugas umpet-umpetan pakai ihram diam-diam. Semua pakai seragam dinas. Kehadiran petugas berseragam di rute Jamarat itu booster mental bagi jemaah yang kelelahan. Begitu melihat seragam kita, semangat mereka naik lagi," jelasnya.

BACA JUGA:Kemenhaj Pastikan Embarkasi Yogyakarta dan Banten Operasional Mulai Musim Haji 2026 Ini

Menghadapi medan Mina yang menantang, karena jarak tempuh ke Jamarat bisa mencapai 6 kilometer pulang-pergi, Harun mengingatkan petugas untuk menyiapkan fisik sejak dini.

"Dari sekarang dibiasakan jalan. Betisnya dikondisikan agar siap siaga di 10 pos Mina dan Mina Control Room," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads