BPJS Kesehatan Jadi Rujukan Global, Dirut Angkat Isu JKN dan Tantangan Penyakit Tak Menular
Dirut BPJS Kesehatan Prof Ali Ghufron Mukti berpartisipasi sebagai panelis dalam ISSA Webinar bertema penguatan sistem layanan kesehatan dan penanganan penyakit tidak menular (PTM), sekaligus menghadiri rangkaian pertemuan Joint Learning Network (JLN) yan--Instagram Dirut BPJS Kesehatan Prof Ali Ghufron
JAKARTA, DISWAY.ID – BPJS Kesehatan kembali menegaskan perannya di level internasional.
Dirut BPJS Kesehatan Prof Ali Ghufron Mukti berpartisipasi sebagai panelis dalam ISSA Webinar bertema penguatan sistem layanan kesehatan dan penanganan penyakit tidak menular (PTM), sekaligus menghadiri rangkaian pertemuan Joint Learning Network (JLN) yang membahas pengembangan jaminan kesehatan nasional di berbagai negara.
JLN adalah jejaring internasional negara-negara yang saling belajar dan berbagi praktik terbaik untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC).
BACA JUGA:Gratis 15 Hari Pertama, Menkes Ingatkan Warga Segera Aktifkan BPJS Sebelum Sakit
Anggotanya termasuk banyak negara, dan didukung mitra global seperti World Bank, Gates Foundation, dll.
Fokusnya ke hal-hal praktis: pembiayaan kesehatan, sistem asuransi sosial, manfaat JKN, tata kelola, sampai pengendalian penyakit tidak menular.
Sebelumnya Dirut BPJS Kesehatan hadir sebagai panelis di ISSA Webinar yakni International Social Security Association
BACA JUGA:Iuran BPJS Kesehatan 2026 Naik atau Tidak? Ini Penjelasan Menkes RI
Temanya soal penguatan sistem layanan kesehatan dan penanganan penyakit tidak menular (PTM).
Di sini Dirut tampil sebagai Ketua ISSA Technical Commission on Health.
UHC adalah kondisi di mana setiap orang memiliki akses ke layanan kesehatan yang dibutuhkan (promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif) tanpa mengalami kesulitan finansial, sesuai standar WHO.
Implementasi di Indonesia diwujudkan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, menargetkan cakupan kepesertaan 100% penduduk
Tahun 2024 Indonesia mendapatkan penghargaan dari ISSA Internasional Sosial Security Association atau asosiasi jaminan sosial yang anggotanya 162 negara tentang UHC.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: