Tabir Gelap Child Grooming, Antara Normalisasi dan Relasi Kuasa

Tabir Gelap Child Grooming, Antara Normalisasi dan Relasi Kuasa

Ilustrasi. KPAI menegaskan bahwa child grooming merupakan bagian dari kekerasan seksual terhadap anak yang dapat terjadi tidak hanya melalui interaksi langsung, tetapi juga di ruang digital. -Istimewa-

Tidak hanya itu, kondisi lingkungan serta bagaimana hal tersebut mempengaruhi psikis sang anak pun juga turut memainkan peran penting dalam hal ini. 

Pasalnya, relasi kekuasaan antara pelaku dewasa dan korban anak seringkali memudahkan manipulasi emosional yang dilakukan secara intens oleh pelaku grooming.

Hal serupa pun juga turut dikatakan oleh Psikolog Forensik, Reni Kusumowardhani. 

Menurutnya, para pelaku Groomer sendiri cenderung memanfaatkan perkembangan anak-anak atau remaja yang belum matang dengan menggunakan taktik manipulatif, yang dapat mempengaruhi sistem saraf anak-anak/remaja.

"Otak anak atau remaja sedang dalam fase perkembangan. Bagian otak yang berfungsi sebagai pengambil keputusan dan menilai risiko belum optimal. Sementara mereka masih dalam tahap menyukai pengalaman-pengalaman yang menantang dan berisiko," tutur Reni ketika dihubungi oleh Disway, pada Rabu 21 Januari 2026

Alhasil, Reni menambahkan, keadaan ini mengakibatkan anak/remaja menjadi sangat rentan terhadap manipulasi emosional.

Reporter: Anisha Aprilia, Hasyim Ashari, Bianca Khairunisa, Dimas Rafi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads