Pembayaran Digital Indonesia Melejit, Visa Ingatkan Bahaya Kejahatan Berbasis AI

Pembayaran Digital Indonesia Melejit, Visa Ingatkan Bahaya Kejahatan Berbasis AI

Visa Dorong Keamanan dan Kolaborasi Ekosistem Pembayaran Digital Indonesia---Dok. Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Pembayaran digital Indonesia terus mengalami percepatan seiring komitmen Visa (NYSE: V) sebagai pemimpin global pembayaran digital dalam mendukung transformasi ekonomi nasional melalui berbagi wawasan global dan praktik terbaik kepada para mitra di Tanah Air.

Pembayaran digital Indonesia menjadi fokus utama Visa melalui penyelenggaraan Industry Risk & Digital Forum, sebuah forum strategis yang mempertemukan perwakilan perbankan, fintech, penyedia layanan pembayaran, serta regulator guna memperkuat kolaborasi lintas industri.

Pembayaran digital Indonesia kini memasuki fase yang lebih matang, ditandai dengan meluasnya penggunaan kartu, dompet digital, QR Code, hingga jaringan real-time account-to-account (A2A) yang semakin terintegrasi dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Ekonomi Digital Indonesia Menuju Standar Kota Digital Dunia

Pembayaran digital Indonesia berkembang pesat berkat adopsi QRIS yang telah menjangkau puluhan juta merchant, dukungan BI-FAST untuk transfer real-time berbiaya rendah, serta meningkatnya peran dompet digital dalam transaksi harian masyarakat.

Pembayaran digital Indonesia tidak hanya mendorong efisiensi, tetapi juga mempercepat transformasi menuju ekosistem kota digital kelas dunia yang inklusif dan terhubung.

Pembayaran digital Indonesia membutuhkan sistem yang andal, aman, dan saling terhubung untuk melindungi konsumen, memperkuat UMKM, serta menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Pembayaran digital Indonesia menghadapi tantangan baru seiring lonjakan volume transaksi yang signifikan di berbagai kanal pembayaran digital.

BACA JUGA:15 Poster Ramadhan 2026 yang Unik dan Kreatif Sambut Bulan Suci, Bisa Dipakai Buat Pawai Obor!

Lonjakan Transaksi Diiringi Risiko Penipuan Digital

Pembayaran digital Indonesia mencatat pertumbuhan transaksi sebesar 26 persen secara tahunan (YoY), mencapai nilai sekitar Rp7.000 triliun melalui kartu, dompet digital, QRIS, mobile banking, dan internet banking.

Pembayaran digital Indonesia bahkan menunjukkan momentum lebih kuat pada pembayaran real-time A2A yang melonjak 37 persen YoY hingga menyentuh Rp12.000 triliun.

Pembayaran digital Indonesia juga menghadapi risiko serius, tercermin dari data Indonesia Anti-Scam Center (IASC) OJK yang mencatat lebih dari 400.000 laporan penipuan online dengan total kerugian mencapai Rp9,1 triliun sepanjang tahun lalu.

Kejahatan Siber Semakin Canggih Berbasis AI

Pembayaran digital Indonesia kini berhadapan dengan kejahatan siber yang berkembang sangat cepat, di mana jaringan kriminal memanfaatkan botnet, otomatisasi, dan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam skala industri.

Pembayaran digital Indonesia menjadi sasaran taktik baru seperti rekayasa sosial berbasis AI, ekstraksi data otomatis, hingga serangan digital simultan, tercermin dari peningkatan penyebutan istilah “AI Agent” hingga 477 persen.

Pembayaran digital Indonesia harus dibangun di atas fondasi kepercayaan, tegas Vira Widiyasari, Country Manager Visa Indonesia, yang menyatakan Visa berkomitmen membawa kapabilitas keamanan global demi menciptakan pengalaman transaksi yang aman dan seamless.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads