Super Flu: Bukan Virus Baru Tapi Tetap Harus Waspada, Ini Kata Dokter
Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga Januari 2026 terdapat sedikitnya 74 kasus Super flu di 13 provinsi, termasuk sekitar 18–35 kasus yang terdeteksi di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya-Dok.Mayapada-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Belakangan ini, istilah ‘Super flu’ ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga Januari 2026 terdapat sedikitnya 74 kasus Super flu di 13 provinsi, termasuk sekitar 18–35 kasus yang terdeteksi di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya.
Meski jumlah kasus meningkat, secara medis istilah ini bukanlah sebutan resmi.
BACA JUGA:Dokter Piprim Ahli Jantung Anak Dipecat Menkes, Netizen: Ini Dokter Anakku, Bertarung Nyawa!
BACA JUGA:Kisruh Kolegium, Dokter Piprim Ahli Jantung Anak Dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menurut dr. Yolanda Njotowibowo, Sp.PK di Mayapada Hospital Surabaya, Super flu digunakan untuk menggambarkan varian influenza A(H3N2) subclade K, yang menular lebih cepat dan cenderung menimbulkan gejala lebih berat dibandingkan flu musiman biasa.
“Super flu sebenarnya merujuk pada peningkatan kasus flu musiman akibat varian subclade K, dan bukan virus baru. Sampai saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan varian ini lebih parah dibanding COVID-19 atau influenza musiman lainnya, maupun dapat memicu pandemi,” jelasnya.
Pada dasarnya, Super flu memiliki gejala yang mirip dengan flu musiman, namun pada sebagian pasien keluhannya dapat terasa lebih berat.
Demam dapat muncul lebih tinggi dan berlangsung lebih lama dibandingkan flu biasa.
“Pasien umumnya mengalami tubuh lemas, nyeri otot, sakit kepala, batuk kering, dan sakit tenggorokan. Pada beberapa kasus, suhu tubuh bisa meningkat hingga di atas 39–40°C. Bila tidak ditangani dengan baik, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi seperti pneumonia, sehingga kewaspadaan sejak dini penting terutama pada kelompok risiko,” tambah dr. Yolanda.
BACA JUGA:Tips Alami Sembuhkan Kulit Wajah Rusak dengan Tomat dan Susu, Cukup Pakai 2 Bahan!
BACA JUGA:Cegah HIV dan IMS, KONDOM SUTRA Tekankan Pentingnya Pakai Kondom
Meski demikian, Super flu berpotensi menyerang siapa saja, namun risikonya lebih tinggi pada kelompok tertentu, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta individu dengan penyakit penyerta (komorbid) seperti penyakit jantung, diabetes, dan gangguan sistem imun.
Kondisi ini patut diwaspadai mengingat varian influenza A(H3N2) subclade K menyebar lebih cepat, khususnya di area ramai dan interaksi jarak dekat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: