Lelah dan Keringat Warsito Jadi Berkah Mudik, Porter Stasiun Gambir Raup Cuan
Warsito, Koordinator Porter Stasiun Gambir, mengungkapkan bahwa geliat ekonomi para penyedia jasa panggul ini mulai terasa signifikan sejak tiga hari terakhir.--Hasyim Ashari
Meski sedang musim ramai, persaingan antar-porter di Gambir rupanya tidak lantas menjadi liar.
Warsito menjelaskan adanya budaya bagi-bagi rezeki yang masih dijunjung tinggi.
Jarak antar jadwal keberangkatan kereta yang sangat mepet sering kali membuat satu porter kewalahan jika harus melayani banyak penumpang sekaligus.
"Kalau kita punya penumpang dobel, itu agak merepotkan. Jadi kalau sudah dapat satu, lalu ada lagi di kereta yang sama, biasanya kita bagi sama teman yang belum ngangkat. Kita kerja bareng-bareng di sini," tuturnya.
Tentu saja, berkah materi ini harus dibayar mahal dengan kerinduan.
Saat ribuan orang yang mereka bantu tengah bersiap memeluk keluarga di kampung halaman, para porter ini justru harus merelakan hari Lebaran mereka di peron stasiun.
BACA JUGA:Lepas 34 Ribu Peserta Mudik Gratis di Monas, Pramono: Tujuan 20 Kota/Kabupaten
Warsito tak menampik ada rasa sedih saat melihat kebahagiaan pemudik, namun tanggung jawab dan kebutuhan ekonomi menjadi prioritas yang lebih besar.
Bagi mereka, kebahagiaan baru akan datang saat arus mudik mereda, di mana mereka bisa menggeser jadwal libur untuk pulang sebentar menemui keluarga.
"Sukanya ya kalau penumpang ramai, penghasilan meningkat. Dukanya kita tidak bisa Lebaran bareng keluarga. Tapi ya sudah biasa, ini bagian dari tugas kami," pungkas Warsito menutup pembicaraan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: