Waka BGN Suspend Dua SPPG, Pemilik Ngaku Cucu Menteri Diduga Tekan Pengawas dan Kepala SPPG
Nanik sangat marah. Sebab, kedua Kepala SPPG itu direkrut sebagai perwakilan BGN, tapi ada upaya Yayasan untuk menyingkirkan mereka dengan cara-cara yang sangat keji.-dok Disway-
BACA JUGA:Jasa Marga Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Keluar Jakarta Saat Mudik, Siapkan Ruas Tol Fungsional
BACA JUGA:4 Pelaku Serangan Andrie Yunus Ditangkap, LBH Jakarta: Sikap TNI Prematur, Tidak Masuk Akal!
Untuk memperbaiki berbagai sarana dan prasarana SPPG, kedua Kepala SPPG itu terpaksa juga merogoh kocek mereka sendiri.
Sebab, Yayasan yang mengelola kedua SPPG itu maupun pemiliknya, tidak mau keluar uang lagi untuk sekadar memperbaiki dapur. Padahal, berbagai sarana dan prasarana SPPG sangat buruk.
“Kami menggunakan uang pribadi untuk pembuatan IPAL ini, Pak,” kata Rizal.
Dari aroma busuk yang meruap dari kedua dapur itu, Brigjen Dony menegaskan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mereka sangat tidak memadai.
Apalagi hanya memakai buis beton bersambung yang isinya sudah hampir meluap dan hanya ditutup dengan triplek tipis.
“Dapur-dapur ini sangat tidak layak untuk dilanjutkan,” ujarnya.
Sementara dalam pembicaraan per telepon, pemilik Yayasan mengaku siap mengikuti apapun arahan Brigjen Dony.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: