Pegawai SPPG Dipecat Gegara Lontarkan 'Rakyat Jelata', Nanik S. Deyang Buka Suara

Pegawai SPPG Dipecat Gegara Lontarkan 'Rakyat Jelata', Nanik S. Deyang Buka Suara

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang menyoroti pegawai SPPG yang melontarkan kata-kata tak pantas melalui konten video yang belakangan viral, menyebut penerima manfaat program MBG sebagai rakyat jelata,-Ist-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang akhirnya angkat bicara ihwal pegawai SPPG yang viral karena diduga melontarkan kata-kata hinaan dengan sebutan 'Rakyat Jelata'.

Nanik S. Deyang mengaku sangat prihatin dengan adanya kasus hinaan yang keluar dari mulut pegawai SPPG. Meski sebenarnya membela program MBG, namun tidak sepantasnya keluar kata-kata hinaan tersebut.

Nanik S. Deyang sebenarnya tidak mempermasalahkan pegawai SPPG membuat konten media sosial, hanya saja menurut Nanik harus menjunjung tinggi sopan santun dan tata krama.

BACA JUGA:Waka BGN Suspend Dua SPPG, Pemilik Ngaku Cucu Menteri Diduga Tekan Pengawas dan Kepala SPPG

"Boleh bermedsos tapi harus beretika , tidak boleh merendahkan pihak manapun , meski maksudnya membela program MBG," ujar Nanik saat dikonfirmasi oleh awak media, Rabu 18 Maret 2026.

Kasus ini bermula dari unggahan status WhatsApp milik seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bernama Dyah Fatmi Asih.

Dalam unggahannya, ia menuliskan kalimat bernada sindiran: “Peregangan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur, ehhh.”

Frasa “rakyat jelata” dinilai banyak publik sangat merendahkan, apalagi ditujukan kepada penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang notabene merupakan masyarakat yang harus dilayani.

BACA JUGA:Sajikan Kelapa Utuh dalam Menu MBG, BGN Suspend 9 SPPG di Gresik

Tak butuh waktu lama, tangkapan layar unggahan itu menyebar luas. Netizen dengan cepat melakukan penelusuran hingga identitas pelaku dan instansi tempatnya bekerja terungkap.

Bahkan, situasi semakin memanas setelah muncul video editan berbasis kecerdasan buatan yang ikut memperluas penyebaran kasus ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: