Terungkap! Prabowo Beberkan Alasan Indonesia Gabung di BoP
Prabowo juga mengatakan, Indonesia tak akan segan angkat kaki dari BoP tanpa perlu konsultasi dengan anggota lainnya jika hasil-hasil keputusannya tidak sejalan dengan kepentingan Indonesia atau Palestina. -Istimewa-
BACA JUGA:Oseng Endok Depok Kebakaran, Netizen Khawatir Api Merembet Bahayakan Anabul di Petshop Samping Resto
BACA JUGA:Datang Bersama Keluarga, SBY Ramaikan Open House Lebaran di Istana
Selain itu, ada pula poin bahwa AS akan memfasilitasi dialog antara Israel dan Palestina agar dapat hidup berdampingan secara damai.
Isi proposal tersebut dinilai sejalan dengan pandangan Indonesia terhadap isu Palestina, bahwa perdamaian jangka panjang dapat dicapai melalui solusi dua negara.
"Jadi, kita lihat ini (poin) 19 dan 20 ada peluang (untuk kemerdekaan Palestina) walaupun kita tahu ini sedikit. Akhirnya, kita berdelapan (pimpinan negara mayoritas Muslim) diskusi, kita dukung ini atau tidak? Akhirnya, dalam lobi-lobi kita bilang, kita dukung," ujar Prabowo Subianto.
Seturut demikian, para pemimpin negara mayoritas itu menunjuk Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani untuk menjadi juru bicara mereka untuk menyampaikan kepada Presiden Trump bahwa negara-negara itu mendukung poin rencana tersebut.
BACA JUGA:Prabowo Update Kondisi Aceh Tamiang Saat Lebaran: Sudah Tidak Ada yang Tinggal di Tenda
BACA JUGA:Margonda Depok ‘Membara’ Dikepung Asap saat Lebaran, Oseng Endok Kebakaran
"We like your plan. But the problem is not us. The problem is Prime Minister Netanyahu of Israel," kata Prabowo mengingat kembali momen itu, seraya menerima jawaban dari Trump bahwa PM Israel Netanyahu adalah urusannya.
Beberapa saat setelah pertemuan tersebut, menurut dia, muncul gagasan mengenai pembentukan BoP, yang sekaligus sudah diadopsi di dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.
Mendukung Kepentingan Palestina
Menanggapi perkembangan ini, kedelapan negara mayoritas muslim, kembali berunding mengenai apakah perlu ikut serta di dalamnya atau tidak.
Mengacu pada hasil perundingan, mereka menilai bahwa bergabung dalam BoP akan memberikan ruang yang lebih besar untuk memengaruhi arah kebijakan agar berpihak pada kepentingan Palestina.
Poin ini, ujar Prabowo, jauh lebih realistis dan konkret dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina daripada memilih untuk tidak bergabung dengan BoP.
BACA JUGA:Momen Prabowo Sapa Warga Secara Langsung di Open House Istana, Dihadiri Ribuan Pengunjung
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: