10 Hari Lagi, Harga Minyak Dunia Diyakini Tembus 150 Dolar AS Per Barel Imbas Konflik Iran-Israel

10 Hari Lagi, Harga Minyak Dunia Diyakini Tembus 150 Dolar AS Per Barel Imbas Konflik Iran-Israel

Lonjakan Harga Minyak Dunia diprediksi terus berlanjut--Ist

JAKARTA, DISWAY.ID - Seorang ahli Iran mengatakan harga minyak bisa mencapai 150 Dolar AS per barel jika perang berlanjut 10 hari lagi.

Mahdi Arabsadegh, seorang ahli strategi energi senior yang berafiliasi dengan Institution of Engineering and Technology Iran, memprediksi bahwa harga minyak akan mencapai 150 Dolar AS per barel di pasar global jika perang antara AS dan Israel terhadap negara tersebut berlanjut selama 10 hari lagi.

Arabsadegh mengatakan kepada kantor berita Fars bahwa penutupan Selat Hormuz oleh Iran untuk “kapal musuh” telah mencegah lewatnya 21 juta barel minyak per hari sejak awal perang dan secara drastis memengaruhi pasokan dilansir dari Al Jazeera.

BACA JUGA:Iran Nestapa! Bayi Usia 20 Hari Tewas Terbunuh dalam Serangan AS-Israel

Ia mencatat bahwa harga minyak berada di angka 65 Dolar AS per barel sebelum selat itu ditutup, dan melonjak tajam menjadi 119 Dolar AS, meskipun ada upaya AS untuk menahan harga tetap rendah.

Hal ini termasuk keputusan pemerintahan Trump untuk mencabut sementara sanksi terhadap pembelian minyak Iran di laut selama 30 hari.

Trump mengeluarkan ultimatum 48 jam terkait Selat Hormuz dan mengancam pembangkit listrik Iran.

BACA JUGA:Rudal Iran Tembus Fasilitas Nuklir Israel, Picu Ancaman Radiasi di Pusat Riset?

Teheran menanggapi ancaman Trump dengan mengatakan bahwa semua infrastruktur energi AS di kawasan akan menjadi target jika Iran diserang.

Di sisi lain, AS mengatakan telah melumpuhkan ancaman Iran di Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran jika kebebasan navigasi tidak sepenuhnya dipulihkan di Selat Hormuz dalam waktu 48 jam, sebuah eskalasi dramatis ketika perang AS-Israel terhadap Iran memasuki minggu keempat.

Pernyataan pada hari Sabtu itu muncul saat Trump menghadapi tekanan yang meningkat untuk mengamankan jalur air penting tersebut, yang dijanjikan Iran akan tetap ditutup bagi “kapal musuh”, sehingga menyebabkan harga minyak melonjak dan pasar saham merosot.

“Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz dalam waktu 48 JAM sejak saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai PEMBANGKIT LISTRIK mereka, DIMULAI DARI YANG TERBESAR,” tulis Trump di Truth Social pada pukul 23:44 GMT dari kediamannya di Florida.

BACA JUGA:Ucapan Menlu Iran di Hari Idulfitri, Kecam Agresi Brutal AS dan Israel pada Bangsa Muslim

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: